Stop Bakar Sampah, Kembalikan Langit Biru Jakarta

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Halo teman, sebagai warga Jakarta saya semakin resah dengan kondisi udara dan langit Jakarta. Kamu mungkin sempat lihat pas awal pandemi dan PSBB, langit Jakarta sempat biru di siang hari, tapi sejak PSBB dilonggarkan langit Jakarta kembali menjadi kusam.

Hal ini menujukan kondisi udara di Jakarta udah gak sehat lagi. Gak hanya Covid-19 yang berbahaya bagi pernapasan kita. Namun juga, asap dari pembakaran sampah sembarangan dan dari pabrik juga berbahaya di masa-masa pandemi seperti sekarang.

Saya merupakan seorang penderita asma, sehingga sering sensitif dengan polusi udara yang ada. Tiap pagi saya buka jendela rumah, niatnya supaya udara segar masuk. Tapi, malah bau asap yang tercium dan membuat saya serta sekeluarga sering batuk-batuk.

Pernah sekali saya penasaran melihat asal muasal asap tersebut, ternyata tetangga saya bakar sampah subuh-subuh. Banyak juga masyarakat tidak menyadari bahaya bakar sampah.

Pembakaran sampah yang tidak sempurna akan menghasilkan banyak zat berbahaya seperti PAH, VOC, dan karbon monoksida. Apalagi kalau sampah plastik dicampur dengan sampah lain, bisa menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.

Bagi anak kecil, dioksin bisa menghambat pertumbuhan, mengganggu fungsi reproduksi dan sistem kekebalan tubuh.

Apakah kita akan terus menerus diam dan tidak melakukan apa2? Apakah kita akan biarkan anak2 kita menghirup udara penuh zat berbahaya?

Bayangkan bila polusi udara tersebut dihirup oleh kelompok-kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Kalau ada satu hal yang kita dapat pelajari dari krisis Covid-19 ini adalah bahwa paru-paru kita penting. Orang-orang dengan paru-paru lemah, akan semakin rentan menjadi korban virus seperti ini.

Sebagai seorang ibu, saya rasa perlu menyuarakan kegundahan sekaligus mengambil peran sebagai warga kota untuk peduli dengan kesehatan lingkungan kita.

Meskipun Perda No.3 Tahun 2013 sudah mengatur larangan aktivitas pembakaran sampah, namun penerapannya masih kurang maksimal di lapangan. Nyatanya masih banyak warga Jakarta asal bakar sampah, bahkan subuh2. Bahkan industri yang melakukan pembakaran pun masih banyak yang belum memenuhi Perda tersebut.

Atas dasar inilah, melalui petisi ini saya ingin Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menindak tegas pelaku pembakaran sampah baik itu sampah rumah tangga dan industri di Jakarta.

Serta Meminta Gubernur DKI Jakarta, agar transparan dalam upaya yang dilakukan dalam menanggulangi masalah polusi udara di tengah pandemi Covid-19. Perda nya sudah ada, jadi tinggal penerapannya aja yang harus dimaksimalkan.

Teman-teman, saya yakin kamu juga ingin langit Jakarta kembali biru. Mulai dari hal kecil, tidak membakar sampah.

Sebagai penutup, saya ingin mengajak teman-teman untuk dukung petisi ini dan punya harapan yang sama dalam menciptakan udara Ibukota yang lebih segar lewat gerakan #LangitBiruJakarta sehingga semakin banyak orang yang peduli terhadap kualitas udara kita.

Ayo tandatangani petisi ini untuk mengembalikan ruang bernapas warga Jakarta yang lebih sehat dan layak!

Salam,

Novita Natalia