HAPUS KEBIJAKAN GANJIL GENAP UNTUK MOBIL DAN MOTOR SELAMA MASA PANDEMI VIRUS CORONA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Bahwa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi di Indonesia penambahan jumlah korban yang terinfeksi akibat penularan dari virus tersebut masih terbilang tinggi penambahannya. Sebagaimana update informasi yang disampaikan oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Jumat (5/6/2020). Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Jumat, ada penambahan 703 kasus baru Covid-19. Sehingga, secara akumulatif ada 29.521 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 28 provinsi. Dimana provinsi DKI menduduki peringkat dua penambahan kasus terbanyak yaitu berjumlah 76 kasus baru, dibawah propinsi Jatim yang mencatat penambahan kasus baru terbanyak sejumlah 141 kasus baru. Melihat dengan masih tingginya penambahan kasus baru orang yang terinfeksi virus corona tersebut, untuk lebih mengurangi risiko dari terpapar virus corona, maka dalam berkegiatan diluar rumah terutama bagi orang-orang yang masih wajib untuk bekerja ke kantor tentu orang akan lebih aman menggunakan/memakai transportasi milik pribadi baik kendaraan Roda 2 ataupun roda 4 yang mereka miliki dibadingkan mereka harus menggunakan moda transportasi umum yang tentunya sangat rentan dan berisiko terpapar virus corona, karena mengingat penumpang dari moda transportasi tersebut berasal dari orang-orang yang berlatar belakang riwayat perjalanan ataupun berasal dari wilayah-wilayah yang kita tidak tahu asalnya apakah dari  diwilayah zona merah dan juga interaksi atau prilaku gaya hidup para penumpang dimoda transportasi umum tersebut yang juga kita tidak bisa ketahui gaya hidupnya apakah para penumpang tersebut telah menjalankan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk itu penggunaan transportasi pribadi sangatlah berperan penting untuk menekan atau mengurangi risiko tepapar virus corona akibat penggunaan moda transportasi umum. Bahwa sebagian besar orang  hanya memiliki satu kendaraan pribadi (misalkan 1(satu) motor dan 1(satu) mobil) dengan plat genap ataupun ganjil. Sebagai ilustrasi dalam hal orang tersebut hanya memiliki 1 (satu) kendaraan pribadi yang berplat ganjil tentunya hal ini akan membatasi yang bersangkutan untuk menggunakan kendaraannya pada tanggal genap. Berdasarkan hal tersebut kami meminta kepada Gubenrnur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan untuk meniadakan ketentuan plat kendaraan ganjil genap selama masa pandemi corona virus ini masih terus berlangsung.