Presiden Jokowi segera buat aturan melegalkan Cryptocurrency!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Setiap minggu ada 30-200 ICO (initial coin offering ) baru yang ditawarkan di seluruh dunia, baik berupa Coin baru, Utility Token(prepaid token) dan Security Token (asset management token/crowdfunding) , malah penipuan token berupa ponzy pun banyak ditawarkan.

Dengan adanya Cryptocurrency dan Blockchain technology, skill seseorang akan dihargai sama tanpa memandang asal negara.
Contoh, dahulu biasanya  seorang blogger dari Indonesia yg memasang iklan adsense di blognya hanya dibayar rendah PPC (pay per click) beda dgn blogger USA, dengan rasio 1:10.

Sedangkan di Steemit.com (blog yg dibayar menggunakan  token STEEM), semua blogger di bayar sama per upvote darimanapun negara asal, pembaca bisa upvote apabila menyukai konten yang menarik dan seorang blogger terpacu mendapatkan penghasilan dengan menulis konten yang bermanfaat.

Contoh lain lagi DENTACOIN.com apabila sudah masuk Indonesia bakal membuat dokter gigi di Indonesia at level playing field dgn dokter gigi di USA dan Eropa, begitu juga kita kita bisa membeli asuransi gigi yang bisa berlaku di seluruh dunia.

MUSICCOIN.org , yang sudah 5 bulan berjalan, mempunyai 2 manfaat untuk musisi yang akan menjual karyanya, pertama keadilan dalam hal pembayaran antara pendengar lagu streaming dan musisi tanpa perantara, harga per lagu tidak dipukul rata seperti di Pandora dan Spotify, dan kedua akan semakin mengkikis pembajakan lagu. Saatnya para musisi memperoleh kembali martabat yang sama seperti masa jayanya sebelum tahun 2000-an.

Universitas-universitas ternama di dunia melalui inkubator bisnis-nya banyak melahirkan token /koin yang bermanfaat untuk perubahan di masa datang, sudah saatnya perguruan tinggi Indonesia melakukan hal yang sama. Contoh, Ecole Polytechnique , Perancis membidani NPX. 

Itu diatas adalah kemajuan teknologi blockchain yang sudah dirasakan di bidang non-perbankan. Betul bahwasanya teknologi ini 70% akan banyak diaplikasikan di Fintech. Kelahiran Bitcoin dan lainnya sebagai mata uang desentralisasi membuat bisnis perbankan konvensional terancam seperti UBER mengancam bisnis Taxi;

  • Pertama bisnis remittance akan terancam karena murahnya fee transfer menggunakan Cryptocurrency berbasis blockchain,
  • kedua bakal maraknya mesin EDC (electronik data capture), POS (point of sales) yang berbasis blockchain token yang bakal marak karena pemilik toko bisa langsung mengkonversikan rupiah ke misalkan koin Omisego . Negara tetangga kita Singapura dan Thailand bakal menjadi pusat kantor operasional Asia Tenggara untuk pemasaran produk-produk POS, EDC dari perbankan Cryptocurrency seperti Bankera, Crypterium, Paycent, OmiseGo.
  • Kedepan penyaluran kredit UMKM bukan menjadi monopoli bank lokal, simpan pinjam mikro sedang di tes oleh perbankan Estonia dan saat ini orang Indonesia bisa membiayai proyek di Russia melalui ETHLEND, dan LENDOIT juga sedang meluncurkan platform simpan pinjam tanpa agunan.

Aksi pengumpulan dana (crowdfunding) di startup bukan lagi eksklusif monopoli Hedge Fund Manager, tapi akan lebih dimudahkan dengan Cryptocurrency. Proyek-proyek pemerintah pun bisa didanai dengan cara ini.

 Kelemahan dari Cryptocurrency yang ditakutkan adalah pencucian uang, karena masih banyak exchanger di dunia terutama di Russia dan Korea Selatan yang tidak memerlukan KYC (know your customer) proses pembukaan akun hanya 5 menit dan bisa digunakan untuk merubah Fiat Money (uang kertas) menjadi Bitcoin dan sebaliknya. Kelemahan lainnya karena maraknya ICO banyak penipuan berbasis blockchain seperti yang terjadi dengan Bitconnect.

Melarang Cryptocurrency dengan cara memblokir semua website dan mining pool money tidak akan mungkin bisa dilakukan (lihatlah effort dari pemerintah RRC). Karena jumlah sudah ada lebih dari 1500 token/coin. Yang ada hari ini pilihannya adalah kita harus merangkul teknologi ini! Dengan segala kelemahannya UNI EROPA, kongres Amerika Serikat sudah mulai akan membuat RUU untuk mengatur blockchain dan crypto money. Walaupun kebijakan ini akan membuat persaingan dengan perbankan konvensional semakin sengit.

Bersama surat petisi ini, kami memohon kepada pemerintah Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Gubernur BI, Menteri Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk segera melegalisasi dan membuat aturan yang mengatur penggunaan Cryptocurrency dan teknologi blockchain sehingga bisa membatasi /memperkecil teknologi ini dipakai untuk niat jahat, perlindungan investor dan merangsang penggunaan teknologi ini untuk pemerataan kekayaan (wealth distribution), sehingga kedepan Indonesia bisa menjadi pusat teknologi Blockchain di Asia tenggara. Sebagai permulaan bisa saja OJK dan BEI membuat pasar exchanger untuk cryptocurrency skala besar.  



Hari ini: Eka mengandalkanmu

Eka Suwandana membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur BI: Presiden Jokowi segera buat aturan melegalkan Cryptocurrency!". Bergabunglah dengan Eka dan 7 pendukung lainnya hari ini.