stop intimidasi dan kebohongan atas revitalisasi pasar gintung

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pada mulanya kehidupan kami adem ayem, tenteram, dan sejahtera; berdagang menjadi bagian hidup kami. Hingga sekitar tujuh bulan yang lalu, proyek pembangunan pasar. Mereka (proyek revitalisasi pasar-red) tidak hanya mulai mengusik kehidupan kami, tapi juga mengancam mata pencaharian yang ada. Mereka tidak hanya memecah-belah kerukunan bersama, tapi juga merusak dan membongkar paksa bangunan toko dan kios kami, dan kami pun sebenarnya kami menerima revitalisasi pasar gintung yang penting jelas terkait rencana pembangunannya dan tidak mengusik usaha perdagangan kami yang merupakan sumber penghidupan kami selaku masyarakat Rempoa,Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Sudah tujuh bulan lamanya, kami mempertahankan dan mencari keadilan terkait kepemilikan tanah,rumah dan toko (kios) yang menjadi tempat usaha dan mata pencaharian kehidupan kami. Kami mencoba mengumpulkan kekuatan melalui pembentukan Posko PAGI (Paguyuban Warga & Pedagang Gintung), Mencari Perlindungan ke KOMNAS HAM. Meminta bantuan hukum melalui PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum & HAM Indonesia), mencari dukungan dari GM-I (Gerakan Mahasiswa Indonesia) basis UIN Jakarta, dan mencari solidaritas dari APSG (Aliansi Pemuda Solidaritas Gintung).

semenjak tanggal 16 Mei 2017 dengan adanya surat peringatan satu (SP 1)  dengan Nomor surat: 800/349-Ctm/Trantib , yang isi suratnya sebagai berikut:

Dasar:

Surat dari Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan No. 644.21/1256/Um, Tanggal 12 Mei 2017 Tentang pengosongan Pasar Gintung.

Menindaklanjuti surat dari Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan, Kami memberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1.       Kepada para pedagang maupun pemilik rumah tinggal yang berada di lokasi Pasar Gintung untuk segera mengosongkan/membongkar bangunan tersebut.

2.       Tidak ada biaya ganti rugi/uang kerohiman

3.       Apabila saudara tidak mengindahkan pemberitahuan ini, maka sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok serta fungsi Trantibum dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan, maka kami akan segera mengambil tindakan pembongkaran,

 

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

                                                                                                                CAMAT CIPUTAT TIMUR

 

                                                                                                                Drs. H. DURAHMAN, M.Pd

                                                                                                                NIP. 196009111981091006

Tembusan disampaikan kepada Yth:

1.       Walikota Tangerang Selatan Sebagai Laporan

2.       Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan

3.       Kepala Satpol PP Kota Tangeranga Selatan

4.       Kapolsek Ciputat/Ciputat Timur

5.       Danramil Ciputat/Ciputat Timur

6.       Lurah Rempoa

 

 

 

 

 

 

 

Yang kami lakukan dalam tujuh bulan tentu belum cukup untuk menggalang kekuatan dan solidaritas dari masyarakat luas. Selanjutnya  setelah datangnya Surat Peringatan II (SP 2) dari Kecamatan Ciputat Timur dengan “deadline & deadlock”  yang berujung pada pembongkaran paksa yang akan dilakukan pada tanggal 29 November 2017. kami pun mengambil langkah, mencoba untuk Audiensi ke kantor DPRD Kota Tangerang Selatan guna meminta penjelasan terkait Revitalisasi Pasar Gintung dan agar berpihak dan membela kami selaku masyarkat, namun pada kenyataannya mereka (DPRD) hanya memberikan rekomendasi kepada kami untuk menunggu “kabar & penangguhan” dari DISPERINDAG (Dinas Perindustrian & Perdagangan) Kota Tangerang Selatan.

Dan ketika kami di fasilitasi oleh KOMNAS HAM pada Jum’at 8 Desember 2017, dan kami diwakili oleh warga, para pedagang, kuasa hukum dan kawan-kawan mahasiswa UIN Jakarta untuk bertemu & audiensi guna menyampaikan aspirasi, keluhan dan tuntutan dengan SKPD Kota Tangerang Selatan yakni: RAHMAT SALAM (ASDA 1 Tata Pemerintahan Kota Tangerang Selatan), Maya Mardiana (Kadis Indag), Durahman (Camat Ciputat Timur) , dan Archandra (Bagian Hukum ). Serta mengingatkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mematuhi penyelesaian sebagai berikut:

1.       Adanya komunikasi langsung antara Pedagang dan Pemkot Tangerang Selatan. Tapi dalam pelaksanaannya puluhan anggota ORMAS melakukan pemagaran dan intimidasi kepada pedagang pada hari Rabu 27 Desember 2017.

2.       Pedagang belum mendapatkan kios di relokasi sementara Pasar Ciputat (seperti apa yang di janjikan oleh Asda 1 Pemkot Tangerang Selatan).

3.       Pedagang belum mendapatkan surat keterangan terkait kepastian penempatan kembali (seperti apa yang di janjikan oleh Asda 1, Kadis Indag, dan Camat Ciputat Timur).

4.       Lokasi yang dilakukan pemagaran hanya Pasar Gintung. Tapi dalam pelaksanaannya pemagaran melewati batas Pasar Gintung.

5.       Rumah Tinggal dan Ruko yang berdekatan dengan Pasar Gintung tidak termasuk lokasi Pasar.

Kami tidak butuh uang ratusan juta bahkan milyaran rupiah jumlahnya. Kami Cuma butuh tanah air kami yang telah diwariskan untuk kami kelola dengan kemandirian kami. Bagi kami sebagai warga dan pedagang, uang seberapa pun jumlahnya akan habis akan tetapi tanah air kami yang kami butuh tidak akan pernah habis manfaatnya ketika tanah itu kami rawat. Dan kami tidak ingin pemerintah membiarkan dan bahkan menindas kami selaku masyarakat dan Warga Negara Indonesia (WNI),Yang kami inginkan adalah komunikasi yang baik antara kami dengan pemerintah dan kami juga tidak ingin diintimidasi bahkan diperkusi oleh ORMAS-ORMAS yang saat ini mengganggu kami.

Dengan penuh keyakinan, kami percaya: perjuangan kami tidak sendiri. Di berbagai tempat, banyak pedagang,petani, buruh dan masyarakat kota yang mengalami hal yang sama: perampasan ruang hidup. Kita semua bersaudara, mempertahankan apa yang menjadi hak kita bersama dan menjaga kelangsungan kita sebagai manusia untuk menjalankan kewajiban kita di muka bumi ini.

Perjuangan kami dan saudara-saudara lainnya tentu membutuhkan solidaritas nasional dan internasional. Dukungan apapun bentuknya bahkan do’a dari masyarakat nasional dan internasional akan membantu perjuangan kami. Tidak lupa, solidaritas dan hormat kami juga untuk seluruh masyarakat di belahan dunia maupun yang sedang mempertahankan ruang hidupnya.

Kami akan tetap bertahan.

#RempoaResah

#RempoaTolakPenggusuran

 

Hormat Kami

* Jhonson Djuli: Posko PAGI (Paguyuban Warga & Pedagang Gintung)

No.HP: 0812-9427-3664

* Dede Ahdi : APSG (Aliansi Pemuda Solidaritas Gintung)

No.HP: 0896-1207-0911

* Nasrul Saftiar Dongoran : PBHI Jakarta (Perhimpunan Bantuan Hukum & HAM Indonesia)

No.HP: 0822-7791-8500

* Luthfi Hardi : GM-I UIN Jakarta (Gerakan Mahasiswa Indonesia)

No.HP: 0816-1760-8148

 

 

 



Hari ini: Aliansi Pemuda Solidaritas Gintung mengandalkanmu

Aliansi Pemuda Solidaritas Gintung membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "gubernur banten: stop intimidasi dan kebohongan atas revitalisasi pasar gintung". Bergabunglah dengan Aliansi Pemuda Solidaritas Gintung dan 60 pendukung lainnya hari ini.