DRIVER GRAB ANTI ORDER FIKTIF

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Insentif Lebaran dari Grab Indonesia akhir-akhir ini menjadi perbincangan. Banyak mitra Grab Indonesia gagal mendapatkan insentif tersebut. Banyak yang terindikasi melakukan pelanggaran kode etik, tak sedikit juga yang kepergok menggunakan aplikasi taksi online selain grab.

Akibat hal tersebut, kekecewaan muncul di benak seluruh driver Grab yang gagal membawa pulan pundi-pundi rupiah dari insentif Lebaran tersebut. Alhasil, mereka memilih offline alias tidak menerima pekerjaan dari aplikasi Grab. 

Tak hanya itu, mereka juga mengajak seluruh driver Grab Car untuk bersolidaritas dengan yang ingin melakukan aksi unjuk rasa. Jika tetap ada driver yang online, mereka mengancam untuk mengorder fiktif dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Hal ini tentu sangat merugikan, apa lagi jika terjadi cancel penumpang. Performa driver akan turun dan terancam tidak mendapat bonus harian. Apakah ini yang mereka sebut solidaritas? Tentu tidak.

Banyak driver Grab yang bergantung dengan pekerjaan ini. Mereka berusaha untuk tetap membawa pulang rupiah ke rumah, memberikan istri dan anaknya makan, hingga menjaga dapur agar kompor tetap menyala.

 

 

 

 

 



Hari ini: Vkar mengandalkanmu

Vkar Sammana membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "GRAB INDONESIA: DRIVER GRAB ANTI ORDER FIKTIF". Bergabunglah dengan Vkar dan 101 pendukung lainnya hari ini.