Go-Jek, katakan "tidak" pada plastik di 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Dear Go-Jek Indonesia,

Kami bangga karena Go-Jek merupakan hasil karya anak bangsa dan terus menerus membuat terobosan inovatif. Saat ini, siapa yang tidak tahu atau tidak pernah menggunakan Go-Ride, Go-Food, Go-Mart, dan berbagai fitur aplikasi Go-Jek lainnya.

Namun, di sisi lainnya ada keprihatinan karena Go-Jek kurang memperhatikan aspek lingkungan, terutama masalah sampah. Dulu, Go-Jek melengkapi mitra pengemudinya dengan  menyediakan masker dan hairnet sekali pakai untuk pelanggan Go-Ride. Meskipun belum pernah dilakukan pengumpulan data secara resmi, kami yakin masker dan hairnet ini berkontribusi menambah jumlah sampah yang tidak bisa di daur-ulang.

Sebagai pioner aplikasi transportasi online, kami menghimbau agar Go-Jek Indonesia bisa menjadi pionir untuk turut ambil bagian dalam mengurangi sampah, khususnya sampah plastik di Indonesia. Secara tidak langsung, layanan Go-Jek telah  berkontribusi signfikan terhadap jumlah sampah plastik melalui layanan Go-Food dan Go-Mart. Setiap makanan dan barang yang dibeli pasti akan menggunakan plastik, baik dari kemasan maupun untuk membawa makanan dan/atau barang itu.

Sebagai contoh, di Pulau Bali terdapat sekitar 6 ribu mitra pengemudi. Jika seorang mitra pengemudi mendapat pesanan 5 makanan dan/atau barang dalam sehari dan masing-masing menggunakan 1 kantong plastik, berarti telah ada tambahan 5 sampah plastik. Bayangkan apabila setengah dari mitra pengemudi Go-Jek aktif melayani pembelian makanan/barang, maka jumlah sampah plastik yang bertambah menjadi 1/2 x 6.000 pengemudi x 5 kemasan = 15.000 sampah plastik. Sekitar inilah jumlah sampah plastik yang akan berakhir di TPA dan laut. Ini di hanya di Bali saja, bagaimana dengan tempat-tempat lain seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya?

Kami melihat Go-Jek sebagai perusahaan yang terus berkembang dan terdepan dalam aplikasi ojek online. Kami merasa Go-Jek mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi mitra pengemudi dan pedagang untuk mengurangi jumlah plastik sewaktu berbelanja. Kami menyarankan agar Go-Jek:

  • Menolak plastik dan menyediakan kantong belanja yang bisa digunakan kembali kepada semua mitra pengemudi;
  • mendorong pelanggan agar tidak menggunakan plastik ketika berbelanja;
  • mendorong mitra pedagang untuk ambil bagian dalam gerakan tanpa plastik, misalnya dengan memberikan insentif bagi pedagang agar menggunakan kemasan ramah lingkungan atau kemasan yang bisa digunakan kembali, dan lain sebagainya.

Apakah Go-Jek siap melakukan tantangan tanpa plastik ini?

----

Dear Go-Jek Indonesia,

We are proud that Go-Jek is a masterpiece of an Indonesian and continuously improving itself with innovative breakthrough. These days, who doesn't know or never use Go-Ride, Go-Food, Go-Mart, and other Go-Jek application features?

However, we are concerned that Go-Jek has not yet paid attention to the environmental aspect, especially waste. Go-Jek previously equipped its driver partners with disposable face-mask and hairnet for its customers. Although no offcial data has been taken so far, we are sure those items have contributed to non-recycleable waste. 

As a pioneer in ride-sharing and app-based services, we urge Go-Jek Indonesia to partake as a pioneer in waste reduction efforts, especially plastic waste in Indonesia, at the very least in regions where it operates. Go-Jek service has indirectly contributed to the significant amount of plastic waste in Indonesia through Go-Food and Go-Mart service. Each purchased food and items will use plastic for the packaging and to carry the food/item itself.

For example in Bali, there are around 6 thousand Go-Jek drivers. If a driver receives 5 orders of food and/or item in a day and each item uses a plastic, meaning that a driver has contributed to 5 plastic waste. Imagine if half of Go-Jek drivers are actively receive food/item order, that means in a day the amount of plastic waste will increase to: 1/2 x 6,000 drivers x 5 plastics = 15,000 plastic waste. These  plastics would end up in the landfill or the ocean! This is just in Bali, how about in other places like Jakarta and other big cities? 

We see Go-Jek as a continuously-growing and leading company in ride-sharing service application. We see that Go-Jek has the power to influence its drivers and merchants to reduce the amount of plastic in every purchase. We recommend Go-Jek to:

  • say No to plastic and equip its drivers with reusable bag to carry ordered foods and/or items;
  • encourage its customers not to use plastic when purchasing any items;
  • encourage its merchants to take part in no plastic campaign, for example by giving incentive to merchants to use reusable or bio-degradable packaging, etc.

 So Go-Jek, are you up for this challenge to lead in the no plastic movement?



Hari ini: Cecilia mengandalkanmu

Cecilia Evita membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@gojekindonesia: Go-Jek, katakan "tidak" pada plastik di 2019". Bergabunglah dengan Cecilia dan 900 pendukung lainnya hari ini.