GoFood dan GrabFood : Bantu Indonesia dengan beri opsi "tanpa sedotan" di aplikasi anda

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Sedotan plastik sebagai salah satu sampah plastik semakin mengkhawatirkan keberadaannya. Ahli lingkungan, Jenna R. Jambeck tahun 2015, menyatakan bahwa Indonesia menduduki posisi kedua dunia sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut. Sementara sedotan plastik menurut data Divers Clean Action, diperkirakan mencapai  93.244.847 batang per harinya.

Jumlah sedotan sebanyak itu jika direntangkan akan mencapai jarak 16.784 km, atau sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari Jakarta ke kota Meksiko. Dihitung per minggu, pemakaian sedotan akan mencapai 117.449 km, atau hampir tiga kali keliling bumi. Jarak satu keliling Bumi adalah 40.075 km. (beritagar.id) Sedotan-sedotan ini berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).

Sementara itu perilaku konsumen makanan dan minuman di Indonesia mulai bergeser dari sebelumnya datang ke rumah makan/restoran ke pesan antar online. Go-Food selama setahun telah berhasil mengirimkan lebih dari 500 juta makanan dan minuman. Jumlah porsi yang berhasil dijual selama 2018 adalah 16.676.241 porsi yang terdiri dari makanan dan minuman dengan nilai transaksi sekitar Rp 27,67 triliun. 

Riset IDN Times yang melibatkan 258 responden di enam kota besar Indonesia mengungkapkan GO-FOOD mendominasi dengan angka signifikan mencapai 74,8% untuk aplikasi pesan antar yang sering dipakai GrabFood hanya sebesar 20,9% dan sisanya layanan delivery dari outlet sebesar 3,1%. (tribunnews.com)

GoFood dan GrabFood seharusnya dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan Indonesia dari sampah sedotan plastik dengan menyediakan fitur opsi "Tanpa Sedotan" bagi penjualan minuman dari merchant, sehingga pembeli bisa memilih tidak menggunakan sedotan dengan hanya mencentang kotak opsi tersebut, tanpa harus mengetikkan pada keterangan.

Ayo dukung petisi ini !

GoFood dan GrabFood, tunjukkan kepedulianmu untuk menyelamatkan Indonesia  !!!