MAHASISWA STOP BERHUTANG SEMBARANGAN! PERTIMBANGKAN MATANG-MATANG TUK HINDARI PERSELISIHAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dewasa ini, fenomena kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan tersier masif terjadi di kalangan mahasiswa rantau. Hal ini melahirkan berbagai reaksi yang notabene berpeluang untuk merugikan kerabat sekitar (inner circle).

 

Diantara perilaku yang merugikan tersebut dapat dilihat secara nyata melalui hal-hal kecil, seperti; mencari pinjaman demi terpenuhinya keinginan sesaat, menunjukkan kesulitan kehidupan yang dialami, perilaku hiperbola, serta tidak mempedulikan keadaan ekonomi pihak-pihak terkait.

 

Bagi sebagian orang, tindakan berhutang tanpa pertimbangan sosial dan ekonomi merupakan hal yang wajar.  Namun, hal ini tidak dapat dibenarkan selama masih terdapat pihak-pihak yang dirugikan. Selain itu, tindakan ini merupakan bagian dari permasalahan psikologis masyarakat rantau Indonesia yang tidak boleh dianggap remeh. Hal ini menyebabkan retaknya hubungan kekerabatan dalam masyarakat. Lebih lanjut, kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan tersier bermuara pada konflik sosial, seperti cyber bullying dan pergunjingan.

 

Atas berbagai pertimbangan tersebut, 'MARI SUKSESKAN GERAKAN NASIONAL PENYELARASAN GAYA HIDUP DENGAN KONDISI FINANSIAL!' dengan tidak memaksakan diri berhutang untuk memenuhi kebutuhan aksesori/perhiasan, fashion branded, premium dine-in, dan sebagainya selama kebutuhan primer belum terpenuhi.

 

Tanda tangani petisi ini jika anda mendapatkan dampak negatif dari tindakan berhutang tanpa pertimbangan sosial dan ekonomi.