Ganti sistem penilaian pendidikan menjadi Lulus/Gagal atau lainnya di masa wabah COVID-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dengan wabah COVID-19 yang meledak saat ini, semua sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia telah ditutup sementara. Akibatnya, proses belajar-mengajar yang biasanya terjadi di dalam kelas terhenti. Proses tatap muka langsung sudah dihentikan. Sebagian pelajar dan pendidik yang beruntung dan memiliki fasilitas Internet yang memadai dapat mengupayakan sendiri kelas jarak jauh. Upaya mandiri menjalankan proses belajar-mengajar jarak jauh dengan berbagai kendala yang ada harus didukung semaksimum mungkin semua institusi pendidikan dan birokrasi pendidikan. Namun perlu dicatat, tidak semua pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen seberuntung itu. Ini kejadian yang luar biasa dan kehidupan telah terusik total. Praktik pembelajaran sampai penilaian sebelumnya jelas tak cocok di masa kacau seperti ini. Sudah saatnya sekarang pendidikan didasarkan/dihela KEPERCAYAAN dan KEBAIKAN ketimbang prosedur. Praktik belajar-mengajar telah berubah, maka sistem penilaian pendidikan harus segera disesuaikan. Salah satu opsi yakni mengubah nilai (A, B, C, ...) pada mata pelajaran dan mata kuliah menjadi Lulus/Gagal saja harus dipertimbangkan. Sekolah atau kampus perlu menggagas sistem penilaian baru yang berpihak pada pelajar. Ini saatnya institusi pendidikan berempati dengan pelajarnya.