Peringkat seleksi PPDB Jateng harusnya mengacu pada nilai & prestasi, bukan SKTM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Dihari ke 4 PPDB Sekolah menengah Booming SKTM super dahsyat, gimana tidak, ada beberapa kasus calon siswa seleksi ppdb telah out oleh sistem online, sang wali murid dengan langkah tenang dan pasti cabut berkas, sorenya silaturrahim ke kades masing2 untuk dibuatkan SKTM, dan yg cenderung terjadi hampir sebagian besar kades dg senang hati membuatkannya demi rakyatnya yang jelas2 bukan anak PNS, konon esok paginya daftar lagi dengan membawa SKTM dan setelah masuk sistem beberapa saat dicek langsung masuk di urutan atasnya siswa yg berprestasi dg status; PRIORITAS DITERIMA, DAHSYAAAAT BUKAN? 

Kisah lain, siswa berprestasi galau dan cemas dengan posisinya yang semakin turun, segenap kekuatan keputusasaan memberanikan diri nanya di sekolah sma tempat ia daftar, bertemu dengan panitia ppdb (entah guru atau bisa jadi kasek) dengan pertanyaan yang intinya kenapa posisinya kalah dengan siswa lain yg NUN jauh dibawahnya tapi diberi embel embel Siswa Miskin ( dengan SKTM), jawaban dari panitia tersebut sangat mengejutkan yang intinya kalau kamu ingin di urutan yang atas ya cari SKTM....

Demikianlah sedikit contoh yang terjadi di masa PPDB pada salah satu sekolah SMA, dan tentunya masih banyak yang lainnya dan variatif tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di sekolah lainnya...
Sementara disisi lain ( wali murid beserta siswa non sktm) mulai bermunculan situasi panik, cemas, galau, sedih, rasa marah, rasa takut berlebihan (lebih takut dari melihat hantu) , perasaan tidak menentu, keresahan dimana mana dengan ketidakpastian, ingin demo dan segenap rasa yang kompleks yang memungkinkan laksana gunung yang akan meletus.... yang dipicu hanya dengan selembar SKTM........


Hal tersebut diatas harus segera disikapi dan segera dicarikan solusi agar tidak terjadi gejolak yang lebih besar dan meluas, dengan hasil akhir mampu dan bermanfaat bagi semua pihak dengan tingkat penerimaan yang legowo karena mendapat rasa keadilan dalam sistem PPDB.


Usulan wong cilik : OPD teknis dan terkait lebih peka, dan ada baiknya melakukan evaluasi proses PPDB dengan segala permasalahan yg timbul dan segera mencarikan solusi pemecahan dan penyelesaiannya...

SemogaTuhan Yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu berkenan memberi Jalan Keluar yang baik, bermanfaat dan berkah bagi semua Aamiin.

Mohon maaf lahir batin..... Salam



Hari ini: Nisa mengandalkanmu

Nisa Alam membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Ganjar Pranowo: Hasil seleksi PPDB Jateng mengacu pada nilai & prestasi, bukan SKTM". Bergabunglah dengan Nisa dan 951 pendukung lainnya hari ini.