PN Suka Makmue: Lelang Aset Perusahaan Pembakar Lahan PT Kalista Alam Untuk Denda 366M

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Kamu inget nggak salah satu kemenangan besar kita tahun lalu? Setelah coba berbagai cara untuk mengelak, perusahaan pembakar lahan PT. Kallista Alam (PT. KA) diharuskan bayar denda sebesar 366 Milyar sebagai bentuk ganti rugi perusakan kawasan gambut.

Tau nggak gimana kelanjutannya?

Karna PT.KA belum juga membayarkan denda tersebut, PN Meulaboh akhirnya meminta bantuan PN Suka Makmue untuk mengadakan pelelangan objek sita jaminan berupa sebidang tahan, bangunan, dan tanaman dengan sertifikat HGU No. 27 seluas 5.769 hektar.

Sampai sekarang, PT.KA belum membayar denda ataupun menjalankan proses pelelangan ini. Dan mereka banyak banget alasannya.

Pertama, menjelang pelelangan, justru bermunculan banyak gugatan perlawanan dari PT.KA dan beberapa orang yang mengaku memiliki hak atas aset yang akan dilelang. Padahal, klaim ini nggak pernah muncul di pengadilan sebelumnya. Kenapa baru sekarang ngomong tentang kepemilikan ini?

Setelah beberapa perkara itu diselesaikan, pada 23 September 2019, upaya eksekusi pun dijalankan. Tim KLHK beserta Tim Apraisal didampingi Kepolisian dari Polres Nagan Raya turun ke lokasi untuk melakukan penghitungan nilai aset.

Ternyata, mereka disambut alasan kedua. Kuasa hukum PT Kalista Alam menghadang mereka dan bilang kalau kasus ini masih dalam proses hukum yang berjalan. Alhasil tim KLHK dan Apraisal pulang dengan tangan kosong.

PT Kalista Alam memang jago banget buat-buat alasan biar putusan nggak dieksekusi, biar mereka tetap bisa pakai objek yang akan disita.

Masalahnya, ekosistem Rawa Tripa yang mereka rusak tak kunjung dipulihkan. Lebih parahnya ini bisa jadi preseden untuk perusahaan perusak lingkungan lain yang menganggap konsekuensi hukum bisa dengan mudah dipermainkan.

Yuk bantu petisi ini, minta PN Suka Makmue segera lelang aset PT Kalista Alam untuk bayar ganti rugi dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp 366 miliar. Dan Mahkamah Agung untuk awasi tahap pelelangan tersebut.

Salam,
Auriga