Tingkatkan Kepedulian Pemerintah Daerah terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum

Tingkatkan Kepedulian Pemerintah Daerah terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum

0 have signed. Let’s get to 500!
At 500 signatures, this petition is more likely to be featured in recommendations!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera, Om Swastiastu.

 

Kriminalitas di Indonesia semakin tinggi, tidak hanya orang dewasa yang melakukan tindak pidana, bahkan anak-anak yang masih berusia di bawah 18 tahun berani untuk melakukan pelanggaran hukum ini. Banyak sebab sebenarnya jika dianalisis secara mendalam, entah itu karena ekonomi, sosial, dan budaya. Anak tidak bisa disalahkan secara menyeluruh atas apa yang mereka perbuat. Terlepas dari masyarakat masih berpersepsi teori penghukuman penjeraan, artinya sebagian dari masyarakat di Indonesia, masih banyak yang mengharuskan hukuman setimpal kepada para pelaku kejahatan. Perlu diketahui, sistem pemasyarakatan sudah berubah seiring berkembangnya zaman, ibaratnya bukan lagi membalas pelaku dengan hal yang setimpal, tetapi bagaimana metode pembinaan yang tepat agar pelaku kejahatan yang selanjutnya disebut narapidana ini bisa sadar akan perbuatannya, sekaligus dapat memperbaiki hubungannya dengan masyarakat, sehingga bisa berjalan dengan baik, serta masyarakat dapat menghilangkan stigmatisasi kepada narapidana yang bersangkutan.

Kabupaten Jember sendiri sebenarnya memiliki yayasan sosial yang bernama Bengkel Jiwa. Yayasan yang didirikan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember dengan Pekerja Sosial, memiliki tujuan agar klien pemasyarakatan, dalam hal ini Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) memiliki opsi lain selain dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), selain itu sebagai bentuk kepedulian Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang bekerja sama dengan Pekerja Sosial (Peksos) setempat.

Bentuk Bengkel Jiwa sendiri berbentuk yayasan, rumah yang menjadi tempat tinggal ABH ini merupakan hasil dari jerih payah PK dan Peksos. ABH yang diputus pengadilan untuk menjalankan pidananya di yayasan tersebut mendapatkan berbagai fasilitas, diantaranya tempat tinggal, makan, sekolah, dan diberikan bimbingan kemandirian, seperti sablon dan lele. Bentuk pembinaan dan pembimbingan seperti ini sebenarnya lebih baik daripada harus memasukkan ABH ke dalam penjara, karena mereka akan terhindar dari narapidana lain yang mungkin akan memberikan efek buruk kepada ABH, serta pembinaan dan pembimbingan lebih subyektif dan outputnya ABH akan menyadari kesalahannya dan yang terpenting ABH masih bisa menghirup udara bebas, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, dan bisa untuk melanjutkan studinya. Maka dari itu kami memberikan pengetahuan agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dapat menindaklanjuti adanya gerakan kepedulian kepada anak, meskipun mereka merupakan pelaku kejahatan, namun masih ada HAM yang harus diberikan kepada yang bersangkutan. Adapun kritik dan saran kepada Pemerintah Kabupaten Jember, sebagai berikut

1.      Memperkuat Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Khususnya di daerah Jember, memperluas pengetahuan tentang penanganan terhadap ABH, dengan cara mendukung kegiatan kepedulian terhadap anak, baik tindakan preventif atau penanganan di post ajudikasi

2.      Pengaktifan peran Pemerintah Kabupaten Jember untuk kegiatan kepedulian khususnya kepada anak-anak, karena mereka yang akan memegang estafet tongkat kepemimpinan

3.      Mendukung adanya Yayasan Bengkel Jiwa yang sudah didirikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember dan Pekerja Sosial (Peksos). Dukungan disini tidak hanya materi, bisa tenaga pendidik, pembimbing, atau pembelajaran yang lain, yang bisa dimanfaatkan oleh ABH, agar kriminalitasi di Indonesia khususnya di Jember dapat ditekan.

Sekian, kami sangat menaruh hormat kepada seluruh jajaran elite politik khususnya di Kabupaten Jember, mohon lebih peduli lagi kepada seluruh anak, terlebih ABH, negara memberikan punishment kepada mereka karena telah melakukan suatu kesalahan entah itu pelanggaran atau tindakan pidana, hal itu secara tidak langsung harus memisahkan anak dengan lingkungannya dahulu termasuk orang tuanya, itu berarti ABH sangat membutuhkan kepedulian antar sesama, diharapkan para pemimpin di daerah Kabupaten Jember dapat bersama-sama memberikan kepedulian kepada sesama khususnya Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH)

Save Children in Need of Special Protection!!

 

 

0 have signed. Let’s get to 500!
At 500 signatures, this petition is more likely to be featured in recommendations!