Make Muhammad Salim and Nia Adelia responsible for harming Indonesia social media

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Recently, the worldwide Internet community has been alerted by a mass-reporting incident perpetrated by an Indonesian mass-reporting group (Indonesian Reporting Commission / IReC). This act was spearheaded by MUHAMMAD SALIM (head of IReC), assisted by accomplice NIA ADELIA, and has caused massive losses to most Indonesians who are active on social media.

 

Many Facebook groups and pages have modified their privacy settings in a way that those groups and pages are inaccessible from Indonesia. As a result, many Indonesians have lost beneficial jobs from various international companies.

 

MUHAMMAD SALIM has written an apology letter that is considered ILLEGITIMATE. This mass-reporting act is unforgivable, because the resulting damages HAVE OUTWEIGHED the apology for performing such an act. Therefore, BOTH MUHAMMAD SALIM AND NIA ADELIA MUST BE RESPONSIBLE FOR ALL DAMAGES CAUSED BY THIS INCIDENT.

===================

Belakangan ini sosial media Indonesia dibanjiri dengan drama yang diperlakukan oleh MUHAMMAD SALIM selaku pemilik "Indonesian Reporting commission" yang tindakannya dibantu oleh NIA ADELIA telah mengakibatkan kerugian sangat besar bagi sebagian besar orang Indonesia yang aktif dalam media sosial

Banyak grup dan halaman facebook yang sudah mengganti privasi sehingga tidak dapat di akses via Indonesia.  

Akibatnya? Banyak yang kehilangan rezeki karena diputus kontrak dengan perusahaan seni luar negri yang seharusnya menguntungkan, berujung hasil nol. 

MUHAMMAD SALIM sudah membuat surat permintaan maaf yang bersifat PALSU dan hal itu tidak bisa dimaafkan karena tindakan MINTA MAAF saja TIDAK sebanding dengan kerugian yang diperbuatnya. Oleh karena itu MEREKA HARUS bertanggung jawab atas semua kerugian yang terjadi sekarang ini.