Buat Erick Thohir, Asian Games 2018 yang Sukses Ternyata Masih Sisakan Banyak Cerita

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


TANDA TANGANI PETISI INI. MARI KITA SUARAKAN HAK YANG TERTINDAS!

Rekan-rekan jurnalis, Asian Games 2018 telah lama usai. Kini menginjak bulan kedua. Ramai berita tentang keterlambatan pembayaran honor penari Ratoeh Jaroe oleh anak SMU se-Jakarta tidak membuat Pasukan UPP turut berteriak karena mereka percaya kepada Eric Thohir dan untuk menjaga nama baik Inasgoc. Tapi semakin lama berlalu semakin jelaslah ketidak jelasan Inasgoc.

Moment penuh kemewahan, kemeriahan. Kesuksesan yang langsung dibayar kontan pemerintah dengan memberikan jabatan Ketua Tim Pemenangan Nasional Capres no urut 1 pada Eric Thohir

Dibalik berita tentang kesuksesan Inasgoc di bawah Eric Thohir yg selalu dipuji, ada bagian internal Inasgoc yang tahu persis bagaimana kerapuhan dan kebobrokan manajemen yang harus ditanggung tenaga penyukses Asian Games.

Guna memberikan penghormatan tertinggi bagi atlet dan negara peraih medali. Segenap anak muda negeri dimobilisasi, dari unsur TNI, Polri, Paskibra, Abang None Jakarta serta Bujang Gadis Palembang. Kesemuanya talenta terlatih yang sudah melewati proses seleksi.

Mereka dilatih lagi 7 hari dan mendapatkan tugas selama 18 hari. Tanpa henti termasuk hari kerja, kuliah dan sekolah yang semua mereka tinggalkan. Belum lagi lebaran yang tidak lagi dirasakan suasananya. Semuanya demi merah putih dan demi Ketua Inasgoc tentunya.

Semua sudah mereka berikan, kulit yang terbakar, nilai yang tertinggal. Pengeluaran uang pribadi, transport, komunikasi dan sehari- hari. Berangkat subuh pulang malam, mengcover seluruh sektor dan vanue Asian Games.

Peristiwa menyedihkan terjadi di Subang, Personel Paskibra Putri bagian Tim Upacara Penghormatan Pemenang yg dikirim kesana terpaksa dirawat di instalasi gawat darurat. Penyakit magh parah, penyebabnya lebih parah lagi.

Tim logistik Inasgoc tidak mengirimkan logistik sejak pagi, siang sampai malam!!
Mereka terlunta di Venue Mountain Bike baru, yg praktis hutan tanpa pemukiman warga dan warung makan.

Ini terjadi di event sekelas Asia yang openingnya dipuji dunia!!.

Orangtua anggota Paskibrapun terpaksa berdatangan dari Jakarta ke Subang memberi makan. Ini insiden memalukan yang mereka tahan demi suksesnya pencitraan Erick Thohir.

Bahkan selembar sertifikatpun tanda kenangan pernah ikut brpartisipasi dalam Asian Games tidak kunjung diberikan.

Dan ada suatu janji dari Inasgoc , Sekjen Inasgoc, juga diumumkan oleh Deputy Game Operation Inasgoc. Bahwa selama mensukseskan Asian Games mereka akan diberikan Kompensasi berupa Honor, Transport dan Loundry sebesar Rp 550.000/hari.

Selama 7 hari latihan ditambah saat pelaksanaan H- 1 s.d H + 1 Asian Games yaitu total sebanyak 25 hari. Tapi janji itu kini tidak banyak yang tahu realisasinya.

Padahal lantang Presiden pernah mengatakan tentang bonus atlet peraih medali Asian Games, “Berikan haknya sebelum keringatnya kering.”

Tapi bagi Petugas yang mengalungkan Medali dan mengibarkan Bendera mungkin berbeda “Tunggu sampai airmatanya kering!”

Ironi Pasukan yang telah sukses mengibarkan bendera dan mengalungkan medali sebanyak 462 kali Upacara, Moment yang membuat atlet berbagai negara berlinang air mata haru dan bangga.

Kini Dilupakan dan dibuat menyedihkan oleh bangsanya sendiri, diperlakukan hina oleh pemimpinnya sendiri yang sudah sibuk berpesta demokrasi.

“Selamat pak Eric Thohir. Keringat kami sudah membuatmu hebat.”

Itulah sisi lain Asian Games kita. dipuji Asia, cacat dimata rakyatnya.

Tim Upp Medal Ceremony yang kecewa

 

Confirm berita Nur Ali ( Direktur Medal Ceremony Inasgoc 081382372871)



Hari ini: Hirata mengandalkanmu

Hirata Andre membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Erick Tohir: Buat Erick Thohir, Asian Games 2018 yang Sukses Ternyata Masih Sisakan Banyak Cerita". Bergabunglah dengan Hirata dan 373 pendukung lainnya hari ini.