Merendahkan Perjuangan Masyarakat Dayak Kinipan, Cabut Gelar Thisia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Saya Randi, salah satu perwakilan anak-anak muda Dayak di Kalimantan Tengah sekaligus praktisi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Adat Dayak.

Kamu mungkin pernah lihat petisi Efendi Buhing, pemimpin Adat Laman Kinipan yang ditangkap karena berjuang untuk selamatkan hutan adat peninggalan leluhur dan ruang hidup mereka yang akan habis dibabat PT Sawit Lestari Mandiri (SML) jadi kebun sawit. Lihat petisinya di sini.

Sebagai Puteri Pariwisata Kalimantan Tengah 2020 dan Puteri Nusantara 2019, Thisia Bianty Halijam malah menunjukkan sikap merendahkan perjuangan masyarakat Dayak Kinipan.

Lewat postingannya di Instagram baru-baru ini, Thisia mengunggah sejumlah pernyataan yang mengisyaratkan kalau ia:

1. Mengucilkan Masyarakat Adat Dayak
"This not the real". Dengan gamblang Thisia mendiskreditkan perjuangan masyarakat Kinipan dengan berkata bahwa ini tidak nyata, tanpa didukung bukti-bukti empiris.

"Menurutku wajar sih dilaporkan, karena perusahaan mana peduli mau itu penyitaan atau apa karena menurut mereka barangnya dirampas/dicuri dan tidak dikembalikan".

Thisia malah mendukung kriminalisasi Pemimpin Adat Laman Kinipan, yaitu pak Efendi Buhing dan bilang kalau pak Efendi bukan memperjuangkan hak atas tanah Adat namun menginginkan uang sebesar Rp. 10 Miliar tanpa ada bukti.

2. Menggiring opini ke arah yang "bias"
Semua statement Thisia di IG terkait kasus Kinipan, dan yang terbaru tentang banjir, memberikan kesan bahwa ini bukan kesalahan Perusahaan.

“Bukan nggak peduli lingkungan. Tapi kita hidup di negara yang mengutamakan hukum positif. Apa-apa harus ada legalitasnya. Contoh seseorang dapat dipidana karena adanya beberapa unsur tindak pidana. Jadi kalo negara ini mau maju aman harus tetap mengutamakan aturan hukum negara".

Postingan Thisia seolah menyalahkan pola hidup masyarakat kinipan atas banjir besar di sana. Padahal sudah jelas ada pembabatan hutan di area buffer zone yang mencapai 10.000 ha sebagai penyebab utama banjir dengan skala masif yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

3. Menghindar dan tidak mau meminta maaf
Thisia tidak pernah mau menerima undangan untuk berdiskusi secara terbuka (publik) untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang statement-statement yang ia keluarkan.

Thisia bahkan mengunci fitur "mention" dan kolom komentar di Instagram-nya seolah tidak terjadi apa-apa dan seolah merasa tidak bersalah.

4. Menodai Gelar dan Label Putera Puteri Nusantara dan Putri Pariwisata Indonesia.
Sebagai Puteri Pariwisata Kalteng 2020 dan Puteri Nusantara 2019, Thisia harusnya mendukung pelestarian hutan Kalimantan. Karena di Kalteng, hutana dan ekosistem di dalamnya adalah daya tarik pariwisata yang utama (ecotourism). .

Ini malah menunjukkan sikap seolah-olah mendukung korporasi yang merusak hutan di Kalimantan dan memojokkan orang Dayak yang hak atas hutannya dirampas oleh korporasi.

Pernyataan dan sikap Thisia di atas sungguh gak mencerminkan sikap seorang putri Pariwisata. Alih-alih memberdayakan Masyarakat dengan gelar-gelar tersebut, Thisia malah melukai hati dan perasaan banyak orang Dayak.

Sejauh yang kami ketahui, seorang Putri Pageant entah itu Pariwisata, Putri Indonesia, dll. tidak boleh terjun ke dalam politik dengan memakai gelarnya, Thisia telah melanggar kode etik.

Karena itulah kami sekelompok masyarakat Dayak, menuntut agar gelar Puteri Pariwisata dan Puteri Nusantara Thisia dicabut. Kami gak mau pariwisata kai diwakili oleh orang yang mengucilkan masyarakatnya sendiri dan gak menunjukkan sikap peduli ecotourism.

Petisi ini kami tujukan kepada pihak Putri Pariwisata Indonesia, Putera Puteri Nusantara, EL John Label, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.

Dukung dan sebar petisi ya teman-teman. Karena Puteri Pariwisata Kalteng seharusnya mendorong pelestarian hutan sebagai bagian dari ecotourism dan berpihak pada masyarakat adat Dayak sebagai penduduk asli Kalimantan.

Demikian petisi ini kami sampaikan. LET'S SPEAK UP THE TRUTH.