Edy Rahmayadi Harus Jujur dan Terbuka pada Publik Soal Polemik Umroh Fiktif

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Klaim ibadah umroh yang katanya dilakukan oleh Calon Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 1, Edy Rahmayadi selama 17 - 25 Mei 2018 berbuntut polemik panjang. Hingga saat ini, publik tidak bisa mempercayai pengakuan Edy Rahmayadi tersebut karena banyak kejanggalan-kejanggalan yang jelas.

Ketua Bidang Organisasi DPD Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Ustadz Ade Darmawan telah membeberkan beberapa kejanggalan atas pengakuan umroh yang dilakukan oleh Edy Rahmayadi, antara lain: Ustadz Ade Darmawan telah mengecek nomor paspor Edy Rahmayadi B3679729, dan menemukan bahwa nomor tersebut tidak bisa diakses di sistem informasi online (http://visa.mofogov.SA/visaservices/shmcarvis) yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk pengecekan validitas visa umroh/haji.

Kejanggalan lainnya yang diduga oleh Ustadz Ade Darmawan yang juga memiliki travel umroh di Sumut, PT. Arrahman Berkah Wisata, adalah tidak adanya data Edy Rahmayadi di perusahaan penyelenggara travel haji dan umroh yang ada di Sumut. Padahal, menurutnya ada beberapa travel haji dan umroh yang secara terang-terangan mendukung pasangan Eramas dan memasang baliho politik besar di masing-masing kantor mereka, namun tidak ada satupun yang berani pasang badan saat Edy Rahmayadi menghadapi polemik pembohongan publik ini.

Ustadz Ade Darmawan juga telah menemukan data dari sumber terpercaya bahwa Edy Rahmayadi sebenarnya pada saat itu berobat ke Malaysia dengan menggunakan penerbangan Malaysia Airline MH 861 dan nomor kursi 1C.

Bukannya jujur dan terbuka pada publik soal polemik umrohnya, seseorang yang diduga pendukung Eramas malah mengirimkan SMS ancaman kepada Ustadz Ade Darmawan yang berupaya membongkar kebohongan publik itu. Pesan singkat itu berisi makian hingga ancaman pembunuhan karena Ustadz Ade Darmawan terlalu getol berupaya membongkar kebohongan umroh tersebut.

Sayangnya, seberapapun Ustadz Ade Darmawan telah menampilkan fakta-fakta kebohongan publik yang dilakukan oleh Edy Rahmayadi dengan menggunakan ibadah umroh sebagai alat kebohongannya, namun hingga saat ini Edy Rahmayadi belum mau terbuka. Tidak ada klarifikasi jelas dari Edy Rahmayadi dan tim pemenangannya untuk membuktikan bahwa dia benar-benar berangkat umroh.

Sangat disayangkan jika Edy Rahmayadi terus menutup-nutupi apa yang sebenarnya Ia lakukan pada tanggal 17 - 25 Mei 2018 tersebut dengan "Mengkambingkan hitam" ibadah suci umat Islam. Ini bukan soal ibadah atau tidak ibadah umroh, namun soal kejujuran calon pemimpin dan akhlak terhadap ibadah agama Islam. Oleh karena itu, kita menuntut Edy Rahmayadi untuk mau jujur dan terbuka dengan menunjukan bukti/dokumen keberangkatan umrohnya atau mengakui bahwa dia telah melakukan kebohongan publik.



Hari ini: Ari mengandalkanmu

Ari Sandy membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Edy Rahmayadi: Edy Rahmayadi Harus Jujur dan Terbuka pada Publik Soal Polemik Umroh Fiktif". Bergabunglah dengan Ari dan 470 pendukung lainnya hari ini.