Betapa sakitnya memiliki Ibu Tiri

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Harapan dari seorang anak itu ingin menunjukkan kesuksesan nya didepan kedua orangtua nya, tapi apa boleh buat? Kalian sudah bahagia disana, disini aku punya banyak masalah yang belum kalian tuntaskan dan meninggalkannya untuk ku�, aku mondar-mandir kesana kesini untuk menghadapi masalah kalian, Apakah sungguh terlalu berat masalah kalian hadapi sehingga kalian meninggalkannya untuk ku ? Apakah Bapak gak bisa membesarkan kami bertiga sekaligus tanpa menikah lagi?Belum lagi menghadapi mantan mamak tiri yang dulu engkau cintai dan banggakan tapi pada akhirnya engkau menyadari betapa busuk dan kejam nya mantan mamak tiri yang kau dapatkan untuk kami�� dulu nya aku terpukul dibuat oleh mantan mamak tiri, dipukuli,ditunjangi,diludahi,diikat di sumur sampai tangan ku pernah terkilir 3x,mataku pernah dilempar pakai kayu ubi,, bahkan bukan hanya aku aja yang jadi korbannya, melainkan Kakak ku juga pernah jadi korban siksaannya. kepalanya dihantam didinding,disiram pakek air panas, ditampar,ditumbuk kepalanya, ahh sudah lah sakit x rasanya mengingat masa laluku, lebih sakit daripada kena tusuk paku! Itu dulu ketika aku dirawat olehnya ketika masih balita dan aku dirawat dengan kekerasan,.. setelah mereka menikah dan dianugrahi sepasang anak yakni laki-laki dan perempuan, aku sangat senang memiliki adek, setelah kedua adik ku tumbuh besar, gak tau kenapa adikku yang perempuan sifat nya sama seperti mamak nya(mantan mamak tiriku) hingga aku jadi budaknya adik perempuanku, kalau gak mau dituruti permintaan nya dia mengadu sama mamak nya dan kami pun kenak di bal-bal. Terkadang aku gak tahan sama keadaan yang kuhadapi. Ketika mantan mamak tiri belik makanan dari pajak, makanan itu disimpan dikamar dibawah kasur untuk menghindari kami biar gak kami makan, lebih baik busuk daripada kami makan, kalau udah busuk barulah dikasih sama kami, bukan hanya di bawah kasur aja tempat penyimpanan makanan, bahkan kulkas aja yang tak ada gembok nya, mantan mamak tiri tega membelik satu buah Gembok untuk kulkas., gitu juga dengan ikan, sisa sisa nya dikasih sama kami. Gitu juga dengan uang jajan untuk sekolah, jajanku mulai dari SD sampai SMP Rp 1000, tapi adekku dari TK Rp 10.000, ketika aku protes sama bapak, “pak kenapa uang jajan ku Rp 1000, terus sementara orang adik2 Rp 10.000, ? Tanyaku secara halus, dan bapak menjawab “namanya juga masih kecil wajar lah mang”. Trus jawabku, “perutnya kan kecil sementara perutku besar, gak kenyang lah aku kalok segitu nya jajan ku,.” Mulai masuk SMP kelas 3 uang jajan ku naik jadi Rp 5000, semntara jajan adik2ku naik menjadi Rp15.000. Sampai aku beranjak SMA disaat umurku berusia belasan tahun, aku mulai terbiasa dengan perlakuan mantan mamak tiri terhadapku. Itulah kisah ku waktu balita atau waktu madih anak2 yang dipenuhi dengan perlakuan yang begitu kejam dan begitu pahit. Nah,Di tahun 2013 datang pegawai BANK ingin menyita Rumah kami, karna Hutang Piutang yang sangat menumpuk yang pernah di Pinjami oleh mantan mamak tiriku dan mengatas namakan nama bapak ku untuk meminjam duit tersebut. Dan belum lagi Hutang Piutang sebesar 200 juta serta Bunganya hingga hampir 1 M dari Maktuaku dan mengatas namakan nama bapak ku juga, dengan alasan membuka Modal Usaha yaitu Membuka KOPERASI Simpan Pinjam,, setelah berhasil uang yang dia dapatkan dari pinjam pinjaman tersebut, dia membuka Usaha Koperasi, setelah Usaha itu Berjalan, Dia Selingkuh sama Anggota karyawan nya sendiri yang bernama Tarigan, dia selingkuh di dalam kamar bapak ku, dan pernah kuintip mereka satu selimut, dan bapak ku tidak mengetahuinya,, sungguh Perlakuan Ibu Tiri yang tidak bermoral bukan ?. Beberapa bulan kemudian bapak mengetahui bahwasanya dia selingkuh, dan bapak mengusir anggota karyawan yang merupakan selingkuhannya mantan mamak tiri, dia tidak terima kalau selingkuhan nya itu diusir, sampai bapak pernah diancam olehnya dan berkata “kalau Si Tarigan itu pergi bakalan tutup Koperasi ini .” Setelah sitarigan itu pergi dan koperasi pun juga sudah tutup . Dan setelah masalah yang tadi selesai suasana Rumah Tangga bapak dan mantan mamaktiri mulai adem. Beberapa bulan kemudian ketika mantan mamak tiriku dalam keadaan netral, dia mengajak ku jalan-jalan ke kandis tempat Itoknya. Aku, kakak, dan adik2ku juga ikut tapi, hanya Bapak ku yang tidak ikut jalan2 karna dia pergi keladang. Setelah siap siap mau pergi jalan2 pintu rumah dikunci dan kuncinya dipegang sama mantan mamak tiriku, dia melakukan nya dengan sengaja. Kami pergi meninggalkan rumah kurang lebih 3 hari, bapak ku terpaksa tidur di kedai, makan dikedai. Setelah kami usai jalan2 dari tempat itoknya mantan mamak tiriku, bapak terlihat kesal dan marah, sehingga dia mengayunkan tangan kirinya ke pipi mantan mamak tiriku hanya sekali pukulan dan tidak berbekas, tetapi mantan mamak tiriku melaporkan bapak ke pihak berwajib tentang tindakan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan mantan mamak tiriku dengan sengaja memasukkan bapak kedalam Penjara selama dua malam. Disitu aku menangis tak tertahankan karna posisi bapak disitu lagi sakit, sakit nya banyak sekali, Rematik, Gula basah,diabetes, susah tidur, dan dia harus minum obat 3x1 kalau tidak minum obat bisa drop, kebetulan bapak gak bawak obat, dan bapak pingsan didalam sel itu, kupikir disaat itu bapak sudah lewat, ketika dilarikan ke puskesmas dan Puji Tuhan kondisi bapak baik baik aja “Sungguh Kejam bukan “? Dibalik kesengajaan dia memasukkan bapak kedalam penjara, mantan mamak tiriku berencana dan kesempatan untuk menjual seluruh harta bapak, mulai dari seisi Rumahku Habis ludess di jual hingga sebiji sendok pun tiada tertinggal dari dalam rumah. Dia membagi bagikannya ke saudara dan saudarinya!! Bahkan baju dan buku sekolah ku dibuang keluar dan kami diusir dari dalam rumah itu. Mantan mamak tiriku beranggapan harta itu adalah hartanya, padahal harta itu adalah peninggalan Alm.Mamak kandung ku. Setelah bapak keluar dari penjara dan pulang kerumah dia melihat seisi rumah sudah habis dan ludes diambil oleh mantan mamak tiriku, gak berapa lama dan keesokan harinya mantan mamak tiriku datang membawa keluarga keluarga nya untuk mengusir kami dari Rumah, “kami gak mau keluar dari Rumah ini Rumah yang kami tempati adalah Rumah bapak ku” jawabku dengan penuh rasa emosi dan sedih. Ketika Bapak menghadapi mantan mamaktiri serta keluarga keluarganya, bapak tiba tiba kenak pukulan sangat keras menggunakan Kursi hingga hancur, dan tanpa kusadari aku membela bapak dan melawan mntan mamaktiriku dengan pukulan yang kuayunkan dan tendangan yang kuayunkan ke dia. Tiba tiba keluarga mantan mamak tiriku datang mengoroyok aku, hingga aku babak belur, disitu bapak menangis tak berdaya melihatku, baru pertama kali aku disitu melihat bapak mengeluarkan air matanya dalam seumur hidupku �dan bapak berteriak terhadapku “lari kau kekantor polisi cepat” disitu aku langsung sigap melaporkan semua kejadian kejadian dalam keluargaku. Tapi dalam pertanyaan ku seumur Hidup, KENAPA disaat mantan mamak tiriku melapor ke pihak berwajib bahwasanya bapakku terlapor sebagai tindak KDRT, bapak ku langsung diangkat ? Dan KENAPA disaat aku buat laporan tentang penganiayaan yang dibuat Oleh Mamak tiri ku beserta keluarganya harus menunggu PROSES ? Sampai sekarang proses penangkapan mantan mamak tiriku tak kunjung kesampaian.!! Mulai dari tanggal 04 April 2013 sampai sekarang tahun 2018 belum diproses.! Padahal perbuatan mantan mamak tiriku seperti Binatang yang dia buat kepadaku,, Apakah butuh Uang untuk membuat Penangkapan ? Kalau ada uang ku mungkin kah ditankap ? Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, mantan mamak tiriku menghilang dan tak tahu dia pergi kemana. dan itulah masalah ku yang pertama kuhadapi., nah disaat aku mulai berkuliah tahun 2014 dan bapak mendaftarkan ku ke universitas yang ada dipematang siantar, dan bapak berjuang mati-matian menggali Lobang dan Menutupi Lobang (meminjam duit) untuk mendaftarkan aku berkuliah, belum lagi menyicil Hutang Piutang yang pernah dipinjami oleh mantan mamak tiriku, karna status mereka disitu masih Suami Istri, makanya bapak ku dikejar kejar oleh Hutang..Hingga Bapak menutup Usia nya ditahun 2016 karna penyakit yang dialami dan pikiran pikiran yang selama ini diteringati olehnya. Setelah kepergian bapak, aku kembali berkuliah disiantar dan tiba tiba mantan mamak tiriku dari kepergian nya mulai tahun 2013 dan kembali lagi setelah bapakku meninggal ditahun 2016 dan mengusir adikku dari dalam rumah, “pergi kau dari sini gak Rumah mu ini” jawabnya ke adikku,, adikku terpaksa beranjak dari rumah dan pergi kerumah paktua dan menetap tinggal disitu. Aku tak tahu lagi harus berbuat bagaimana, disisi lain aku lagi berkuliah disiantar, kuliahku terbelangkalai karna masalah yang kuhadapi, dan aku terus pulang pergi ke kampung untuk mengatasi masalah, dan tak kunjung juga selesai masalah. Disitu aku sempat Putus asa dan tidak ingin melanjutkan kuliahku, tapi aku disitu tetap semangat menjalankan kuliahku dan mengabaikan masalahku untuk sementara sambil menunggu perkuliahan ku selesai. dan aku harus Tamat 4 tahun. Setelah aku menyelesaikan Kuliahku selama 4 tahun ini, mantan mamak tiriku menikah lagi sama orang lain, dan ingin  menguasai satu satunya Rumah yang ditingglkan bapak, mereka mau menjual nya, aku terlalu capek menghadapi proses hukum kesana kemari tapi tak kunjung selesai. Mantan mama tiriku ingin menjual rumah yang pernah kami tinggali bersama Alm bapak. Pak, Mak kenapa kalian meninggalkan semua ini kepadaku? Aku kelelahan mengahadapi masalah ini.�