Tinjau dan Revisi sistem passing grade SKD/TKD CPNS 2018

PG TKP sangat gila. Semua pilihannya subjektif. Sesuai dengan pengalaman teman-teman saya soal yang menyulitkan adalah pada soal TKP. Sunggu menjadi momok tersendiri. Bukan berarti yang sudah lolos PG SKD sudah pasti memiliki intelektual melampaui mereka yang tidak lolos PG. Padahal nilai yang diambil dari SKD adalah 40% dari akumulasi nilai SDK dan SKB nantinya. Pemerintah harus melihat bahwa kemampuan masing-masing orang berbeda. mungkin hanya soal mujur atau tidaknya mereka yang lolos ataupu yang tidak lolos PG. Namun pemerintah harus melihat kemampuan masing-masing orang jika menjadi PNS nantinya. Kenyataannya mereka yang menjadi koruptor adalah mereka yang mempunyai kemampuan intelektual tinggi. Harus diperhatikan itu. Karena kemampuan dan keahlian masing-masing orang terletak dari cara kerjanya, rasa memiliki dan kemampuan mengelolah pekerjaan dan waktu dalam melayani. Bukan di tentukan dari nilai ambang batas TKP yang gila itu... Bagaimana mau menjadikan manusia-manusia Indonesia menjadi lebih baik tetapi kenyataannya tidak. MENGAPA DIINDONESIA MASIH SAJA ADA MANUSIA-MANUSIA YANG KORUPTOR??? Pertanyaan kembali ke kita masing-masing.

Kesimpulannya : Cobalah mengambil kebijakan. Mungkin lebih baik kalau diperingkat saja itu akan lebih baik . Peringkati 1-3 nilai tertinggi TKP tanpa melihat nilai TWK dan TIU. Itu lebih fair bukan menurunkan PG. Jika menurunkan PG bagaimana dengan teman-teman yang telah lulus PG ???

Bro Ganteng, Tomohon, Indonesia
3 years ago
Shared on Facebook
Tweet