Petition Closed

Sesuai dengan pernyataan Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel di harian Radar Banjarmasin, 8 Januari 2013 yang mengatakan bahwa di menolak adanya tambang batubara di wilayah Kabupatennya. Pernyataan ini perlu mendapatkan dukungan dari kita semua karena selama ini Kabupaten HST salah satu Kabupaten yang tidak memiliki tambang batubara di Kalsel, sementara itu sudah ada 2 (dua) izin PKP2B dari Kementerian ESDM.

Sebagai salah satu lumbung produksi padi di Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tentunya irigasi dan kawasan pertanian para petani terutama bagi mereka yang memanfaatkan aliran sungai batang alai dan anak-anak sungainya merupakan suatu sumber dari keberlangsungan hidup mereka.
Ribuan keluarga petani di Batu Tangga Kab. Hulu Sungai Tengah akan terancam keberlangsungan hidupnya dikarenakan ribuan hektar sawah garapan mereka terancam tidak mendapat pasokan air.

Ancaman terhadap masyarakat di Batu Tangga dan wilayah sekitarnya ini dikarenakan adanya rencana aktivitas pertambangan batubara oleh PT.Mantimin Coal Mining (MCM) sebagai pemilik izin Perjanjian Kuasa Pengusahaan Penambangan Batubara (PKP2B) yang izinnya di keluarkan Pemerintah Pusat Melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 7 November 1997.


Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidupnya dan DPRD HST mengatakan izin pertambangan batubara itu sangat menyakiti hati rakyat HST, karena mayoritas penduduknya adalah petani, dan dampak ini akan langsung dirasakan oleh mereka karena area konsesi pertambangan batubara mereka melewati Sungai Hintuan, Sungai Tain, Sungai Miulang yang ke semuanya bermuara ke Sungai Batang Alai yang merupakan sungai utama sebagai sumber irigasi petani, apalagi setelah rampungnya bendungan Sungai Batang Alai ini, akan mampu mengairi 6.223 Ha sawah, dari sekitar 9.900 petani yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Selain itu berdasarkan overlay peta kawasan hutan berdasarkan SK. Menhut No. 435/2009, ternyata konsesi pertambangan batubara PT. MCM tersebut sebagian bertumpang tindih dengan kawasan Hutan Lindung. Jadi sudah jelas bahwa kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tambang batubara PT. MCM akan mengancam keberadaan kawasan lindung dan catchment area Sungai Batang Alai.


Pertambangan batubara tersebut di prediksikan akan memperparah bencana banjir yang selama ini terjadi di HST seperti yang terjadi pada tahun 2005 yang lalu dan tahun-tahun sebelumnya. Akan sia-sia upaya antisipasi yang dilakukan oleh Dinas PU dan Bangwil Kab. HST dengan membersihkan aliran sungai dan pembuatan kanal banjir. Kerawanan bencana banjir dan longsor di Kab HST akan semakin meningkat dengan adanya pertambangan di catchment area Sungai Batang Alai. Seperti kita ketahui pada tahun 2006 yang lalu Pemda HST telah menetapkan daerah rawan banjir dan longsor, diantaranya adalah Batu Benawa, Barabai, Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan, Pandawan, dan Batang Alai Selatan,

Letter to
Kantor Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Dukung Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Untuk Menolak Tambang Batubara.