Petition Closed
Petitioning Direktur PT Langgeng Makmur Industri tbk Kosasih and 6 others

Dukung Aksi Mogok Kerja Buruh PT Langgeng Makmur Industri untuk Menghapus Outsourcing, Tolak Upah Murah & PHK !!

Salam Perjuangan

Saudara-saudaraku sekalian, kembali ketidakadilan di alami oleh para buruh anggota Federasi Serikat Buruh Madani (FSBM)-Konfederasi Serikat Nasional (KSN) di PT Langgeng Makmur Industri Tbk, di Medaeng Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan terang telah melanggar UU Ketenagakerjaan 2003 karena mempekerjakan buruhnya pada bagian produksi dengan sistem outsourcing, melakukan pemotongan terhadap upah, cuti haid, jamsostek, serta yang terbaru memPHK sepihak + 350 buruhnya. Sekedar di ketahui LMI adalah perusahaan yang memproduksi kebutuhan plastik untuk rumah tangga dan industri, serta memproduksi aluminium untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Hasil produksinya selain memenuhi pasar domestik, juga di ekspor ke Timur Tengah, beberapa negara di Asia, Amerika Latin dan Afrika.

Kondisi tragis dari buruh LMI tersebut sungguh berbanding terbalik dengan kondisi perusahaan yang bisa di katakan sangat sehat. Di mana order dari konsumen dalam negeri maupun luar negeri sangat tinggi. Seperti penuturan Direktur PT LMI kosasih dalam sebuah surat kabar, penjualan bersih perusahaan di 2011 sebesar Rp 502,187 miliar dan tahun ini diproyeksi tumbuh 25 persen atau Rp 576,623 miliar. Per QI/2012 tercatat Rp 125,406 miliar. Penjualan di pasar domestik di 2011 tercatat Rp 495 miliar dan penjualan ekspor 0,88 juta dolar AS (tumbuh 22,22 persen). Divisi alat masak aluminium per QI/2012 berkontribusi Rp 55,5 miliar (pasar domestik) dan Rp 826 juta (ekspor). Penjualan ekspor sepanjang 2011 Rp 1,256 triliun melebihi penjualan di pasar domestik Rp 216,054 miliar.

Perjuangan buruh PT Langgeng Makmur Industri selama ini memang menemui batu terjal. Setelah berulangkali melakukan dialog, negosiasi maupun aksi, perusahaan masih tetap ingkar terhadap kesepakatan dan mengindahkan nota pengawasan dari Dinsosnaker Sidoarjo. Parahnya pihak Dinsosnaker Sidoarjo, DPRD Sidoarjo dan aparat polres Sidoarjo kemudian terkesan tidak bisa bertindak tegas untuk menekan pengusaha yang jelas-jelas salah tersebut. Hal ini semakin terlihat saat beberapa waktu lalu para buruh melakukan aksi di depan perusahaan mendapat intimidasi dari sekelompok preman yang di sewa oleh perusahaan, polisi hanya berdiam diri saja melakukan pembiaran.

Melihata perkembangan perusahaan malah semakin semena-mena itulah, kami akhirnya tiba pada satu kesimpulan bahwa kami memang benar-benar harus bertindak lebih keras lagi. Maka dari itulah kami kemudian memutuskan mengadakan aksi mogok kerja yang akan kami mulai pada selasa 4-15 September 2012. Dalam aksi ini akan terlibat sekitar 1.000 buruh anggota FSBM basis PT Langgeng Makmur Industri ini, serta di dukung jaringan pergerakan mahasiswa, buruh dan rakyat di Jawa Timur. Selain itu, agar semakin memperkuat posisi buruh yang sedang mogok kerja, kami juga melakukan penggalangan dukungan melalui petisi online yang berisi tuntutan :

1. Hapus Sistem Outsourcing di PT Langgeng Makmur Industri

2. Segera bayarkan kekurangan upah burah yang di potong secara sepihak oleh pengusaha

3. Pekerjakan kembali Buruh yang di PHK secara sewenang-wenang

4. Menuntut aparat kepolisian agar melindungi buruh yang menyampaikan aspirasinya dari intimidasi para preman yang di sewa perusahaan

Aksi pemogokan ini adalah peringatan keras kami kepada pengusaha PT Langgeng Makmur Industri, Lembaga Pemerintahan dan aparat kepolisian, agar benar memperhatikan nasib kaum buruh. Mengutip perkataan seorang Andi Munadjat benar kami hanya buruh biasa tapi kami punya harga diri // tanpa kami pabrik adalah rumah rumah hantu // mesin adalah rongsokan tak berguna // dan modal hanya sejumlah angka

Hormat Kami,

Tarmidi Nur Muchtar
Ketua FSBM-KSN

 

Letter to
Direktur PT Langgeng Makmur Industri tbk Kosasih
Gubernur Jatim Soekarwo
kepala Disnakertransduk Provinsi Jatim Hary soegiri
and 4 others
Kapolres Sidoarjo Marjuki
komnas ham idhal kasim
PT Kharisma Selaras noname
Kapolri Timur Pradopo
Salam Perjuangan

Saudara-saudaraku sekalian, kembali ketidakadilan di alami oleh para buruh anggota Federasi Serikat Buruh Madani (FSBM)-Konfederasi Serikat Nasional (KSN) di PT Langgeng Makmur Industri Tbk, di Medaeng Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan terang telah melanggar UU Ketenagakerjaan 2003 karena mempekerjakan buruhnya pada bagian produksi dengan sistem outsourcing, melakukan pemotongan terhadap upah, cuti haid, jamsostek, serta yang terbaru memPHK sepihak + 350 buruhnya. Sekedar di ketahui LMI adalah perusahaan yang memproduksi kebutuhan plastik untuk rumah tangga dan industri, serta memproduksi aluminium untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Hasil produksinya selain memenuhi pasar domestik, juga di ekspor ke Timur Tengah, beberapa negara di Asia, Amerika Latin dan Afrika.

Kondisi tragis dari buruh LMI tersebut sungguh berbanding terbalik dengan kondisi perusahaan yang bisa di katakan sangat sehat. Di mana order dari konsumen dalam negeri maupun luar negeri sangat tinggi. Seperti penuturan Direktur PT LMI kosasih dalam sebuah surat kabar, penjualan bersih perusahaan di 2011 sebesar Rp 502,187 miliar dan tahun ini diproyeksi tumbuh 25 persen atau Rp 576,623 miliar. Per QI/2012 tercatat Rp 125,406 miliar. Penjualan di pasar domestik di 2011 tercatat Rp 495 miliar dan penjualan ekspor 0,88 juta dolar AS (tumbuh 22,22 persen). Divisi alat masak aluminium per QI/2012 berkontribusi Rp 55,5 miliar (pasar domestik) dan Rp 826 juta (ekspor). Penjualan ekspor sepanjang 2011 Rp 1,256 triliun melebihi penjualan di pasar domestik Rp 216,054 miliar.

Perjuangan buruh PT Langgeng Makmur Industri selama ini memang menemui batu terjal. Setelah berulangkali melakukan dialog, negosiasi maupun aksi, perusahaan masih tetap ingkar terhadap kesepakatan dan mengindahkan nota pengawasan dari Dinsosnaker Sidoarjo. Melihat itu semua, parahnya pihak Dinsosnaker Sidoarjo, DPRD Sidoarjo dan aparat polres Sidoarjo terkesan tidak tegas untuk menekan pengusaha yang jelas-jelas salah. Hal ini semakin terlihat saat beberapa waktu lalu para buruh melakukan aksi di depan perusahaan mendapat intimidasi dari sekelompok preman yang di sewa oleh perusahaan, polisi hanya diam dan melakukan pembiaran.

Dalam menyikapi tindakan semena-mena perusahaan itu, kami dari Federasi Serikat Buruh Madani (FSBM)-Konfederasi Serikat Nasional (KSN) akhirnya tiba pada satu kesimpulan bahwa kami memang benar-benar harus bertindak lebih keras lagi. Maka dari itulah kami kemudian memutuskan mengadakan aksi mogok kerja yang akan kami mulai pada selasa 4-15 September 2012. Dalam aksi ini akan terlibat 1.000 anggota FSBM basis PT Langgeng Makmur Industri ini, serta pula di dukung jaringan pergerakan mahasiswa, buruh dan rakyat di Jawa Timur. Agar semakin memperkuat tekanan publik kepada perusahaan dan lembaga pemerintahan terkait, kami kemudian juga melakukan penggalangan dukungan melalui petisi dukungan online dengan isi tuntutan :

1. Hapus Sistem Outsourcing di PT Langgeng Makmur Industri

2. Segera bayarkan kekurangan upah burah yg di potong secara sepihak oleh pengusaha

3. Pekerjakan kembali Buruh yang di PHK secara sewenang-wenang

4. Mendesak aparat kepolisian agar melindungi buruh yang menyampaikan aspirasinya dari intimidasi para preman yang di sewa perusahaan

Aksi pemogokan ini adalah peringatan keras kami kepada pengusaha PT Langgeng Makmur Industri, Lembaga Pemerintahan dan aparat kepolisian yang selama ini tidak berpihak kepentingan kaum buruh. Mengutip perkataan seorang Andi Munadjat …benar kami hanya buruh biasa tapi kami punya harga diri // tanpa kami pabrik adalah rumah rumah hantu // mesin adalah rongsokan tak berguna // dan modal hanya sejumlah angka

Hormat Kami,

Tarmidi Nur Muchtar
Ketua FSBM-KSN