Perlu tindakan pencegahan Perlindungan lahan basah mangrove Bintuni Papua Barat.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Teluk Bintuni Memiliki Lahan Basah Mangrove terluas setelah raja ampat dan merupakan nomor 2 terbesar di asia tengara. dari tahun 1980 hingga 1998 berdasarkan usulan WWF luasan 260,000 ha masih tetap seperti itu  namun sejak 1998 sampai 2015 jumlahnya berkurang menjadi 200 ribu ha yg dibuktikan dengan adanya usulan kembali tahun 2015 oleh CI, kepada pemerintah pusat dengan luasan 200 ribu hektar untuk ditetapkan kembali menjadi zona cagar alam, artinya kita di Teluk Bintuni kehilangan 60 ribu hektar tutupan lahan mangrove dan perlu untuk direstorasi sehingga laju kerusakan dan penurunan jumlah luasan tidak semakin menguatirkan.

Save Mangrove Teluk Bintuni untuk HAM penting karena semua orang berhak untuk menghirup udara yg segar, keberadaan mangrove adalah tempat mencari makan bagi masyarakat adat setempat termasuk didalamnya kaum perempuan yg paling dominan mengantungkan hidupnya untuk mencari siput dan kepiting serta ikan diseputar lahan mangrove maka, perlu ada tindakan nyata untk pencegahan sehingga dapat mencegah meningkatnya laju kerusahan hutan mangrove serta pentingnya edukasi dan pemberdayaan kepada masy adat diseputar kawasan cagar alam agar tidak merusak hutan mangrove.tindakan penyelamatan hutan mangrove ini perlu perhatian Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan, Pemerintah Prov Papua Barat untuk mendukung Pemda Teluk Bintuni sehingga bisa bersinergi dalam melindungi lingkungan seputar hutan mangrove yg merupakan aset penghidupan berkelanjutan bagi masy sekitar tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak didunia.