Petisi ditutup

Makamkan Gerson Poyk Sastrawan Indonesia di TMP & Dirikan Perpustakaan Gerson Poyk di NTT

Petisi ini mencapai 266 pendukung


Berkenaan dengan berpulangnya salah seorang sastrawan Indonesia asal NTT, Bapak Gerson Poyk, maka kami meminta agar jenasahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kupang dan didirikan Perpustakaan Gerson Poyk. Besarnya jasa dan karyanya dalam memperkenalkan budaya NTT sebagai warna budaya di Indonesia, maupun Indonesia di mata dunia maka kami meminta agar ia diperlakukan sebagai pahlawan.

 

Gerson Poyk adalah guru, jurnalis, novelis, cerpenis dan budayawan yang setia menjalankan tugasnya hingga akhir hayatnya. Ia menolak tunduk didikte oleh paham materialisme dan bekerja untuk kemanusiaan sepanjang hidupnya. Berdasarkan puluhan karya sastra berupa novel, maupun ratusan cerpen, serta tulisan lain yang diterjemahkan ke berbagai bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, Turki dan Rusia diberi tanda sebagai pahlawan. Mereka yang berkarya dan menjaga integritasnya semasa hidup tanpa tergiur rayuan materi dan setia menjalankan profesi mereka layak dimakamkan sebagai seorang pahlawan. Oleh karena itu kami meminta agar:

1. Gerson Poyk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Kami meminta agar Danrem dan Gubernur NTT bekerjasama untuk memakamkan tokoh sastra Indonesia di Taman Makam Pahlawan. Sudah saatnya konteks pemaknaan tentang tentang pahlawan tidak lagi melanjutkan dikotomi sipil-militer, penentuan hakekat pahlawan harus dibuka pemaknaannya dalam narasi kemanusiaan. Dengan visi ini maka ruang simbolik kepahlawanan tak hanya milik yang berperang dengan senjata. Penghargaan yang diterima Gerson Poyk dari kepala negara Indonesia atas jasa-jasanya di bidang sastra merupakan tanda pengakuan.

 

2. Perpustakaan Gerson Poyk didirikan dan lahannya disediakan oleh Pemerintah Provinsi NTT, di Kupang  NTT. Kami meminta agar Gubernur Provinsi NTT maupun anggota DPRD NTT serta wakil rakyat yang ada di DPR dan DPD untuk serius menyikapi tuntutan ini dan membicarakan secara terbuka tentang makna pahlawan dalam konteks kemanusiaan kita, memberi tempat untuk sastrawan dalam masyarakat kita dan memberi tanda konkrit atas kepergian mereka.

 

3. Tanda simbolik kepahlawanan bagi suatu bangsa merupakan hal penting bagi sebuah bangsa, karena figur orang baik dalam peradaban ditentukan oleh makna pahlawan. Di tengah berbagai ketidakpastian yang melanda bangsa, semakin penting kita mendudukan mereka yang berjasa untuk negara. Tanpa ritual semacam ini ‘orang baik’ tidak dianggap, dan diabaikan. Bagian ini untuk kita semua. Terima kasih atas perhatiannya.

 

Satu baris kutipan dari naskah Monologia Flobamora dari Gerson Poyk jadi penutup surat ini:

"Sebagian penduduk negeri kita ini sangat libidinal  karena syahwat kekuasaan   menerima mitos secara harafiah (literalisme).  Literalisme yang dilindungi oleh  suatu otoritas (surat menteri misalnya),   akan menimbulkan  intoleransi dan teologi kekerasan dan pembunuhan".

 

Sastra amat penting untuk menjaga kewarasan sebuah bangsa!

 

Penandatangan petisi:

1. Forum Academia NTT

2. Komunitas Dusun Flobamora

3. Geng Motor Imut

4. JPIT (Jaringan Perempuan Indonesia Timur)

5. #KupangBagarak

6. PIAR NTT

7. WPAP Chapter Kupang

8. Komunitas Film Kupang

9. RuangDia

10. BukuBagiNTT

11. Lakoat Kujawas

12. Underwater Kupang

13. Gadget Grapher NTT

14. Tenggara Youth Center

15. BETA NTT

16. Aksi Untuk NTT

17. Tapaleuk NTT

18. H2K

19. 1000 Guru Kupang

20. Kitong

21. Lakmas Cendana Wangi

22. Sarah Lerry Mboeik

23. Bala Seda, Editor Buku

24. Jemris Fointuna, jurnalis

25. Doddy Kudji Lede

26. Eddy Messakh, blogger

27. Gusti Brewon, aktivis media sosial

28. Wilson Therik, dosen

29. Jonatan Lassa, dosen

30. Andre Therik, aktivis kemasyarakat

31. Lusianus Tusalakh, warga

32. Eman Dapaloka, penulis buku

33. Freddy Wahon, penulis

34. Tony Basuki, pakar pertanian

35. Fransiskus Kehi

36. Sandy Tungga

37. Carlo Dasanov, pakar IT

38. Marthen Toelle, pengacara

39. Florencio Mario Viera, aktivis

40. Gusty Fahik, penulis

41. Yahya Ado, Rumah Solusi

42. Rini Anabokay

43. Rosna Bernadetha, aktivis perempuan

44. Juwita Rambu

45. Danny Wetangterah, community organizer

46. Diky Senda, penulis

47. Elcid Li, penulis

48. Irine Gayatri, peneliti

49. Merry Kolimon

50. Apriadi Ujiarso, pengamat seni

51. Ragil Supriyanto Samid

52. Abdy Keraf, pemain teater

53. Aris Tanone, penulis dan ilmuwan Fisika

54. Pius Rengka, penulis

55. Lanny Koroh, Teater Perempuan Biasa                            

56. Lia Wetangterah, dosen

57. Hyron Fernandez

58. Matheos Viktor Messakh

59. Victor Manbait

60. Yadi Diaz, pemusik

61. Cor Sakeng, aktivis LSM

62. Asep Purnama, dokter

63. Merly Klass, aktivis LSM

64. Candra Dethan, aktivis LSM

65. Shaleh Isre, penerbit buku

66. Giorgio Babo Mogi, penulis

67. Don Marut, dosen dan aktivis LSM

68. Ewaldus Wera, dosen

69. Stenly Boymau, jurnalis

70. Frans Hero Making

71. Maria Theresia

72. Yohanes Manhitu, penulis dan penerjemah

73. Medolina Dupe, guru

74. Hairus Salim, penulis

75. Nitha Muller-Soplanit, warga NTT di Swiss

76. Gabriel Faimau, dosen

77. Ana Djukana, Jurnalis

78. Stevie Johannis, Jurnalis

79. Ratih Ballo, pegawai swasta

80. Gabriel Abanit Asa, warga NTT di Australia

81. Martin Liufeto, dosen

82. Joseph Letor

83. Gabriel Kenenbudi.

84. Neil Rupidara, dosen



Hari ini: Forum Academia NTT mengandalkanmu

Forum Academia NTT membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "DPRD Provinsi NTT: Makamkan Gerson Poyk Sastrawan Indonesia di TMP & Dirikan Perpustakaan Gerson Poyk di NTT". Bergabunglah dengan Forum Academia NTT dan 265 pendukung lainnya hari ini.