Terbitkan PERDA tambang galian C, agar tidak terjadi aktifitas penambangan serampangan.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Buton Tengah merupakan daerah otonomi baru yang kaya akan sumber daya alam disepanjang pesisir pantai dan lautnya. Potensi tersebut sudah seharusnya menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam upaya peningkatan (PAD) kabupaten Buton Tengah. Salah satu sumber daya paling potensial adalah pasir pantai, masuk sebagai jenis tambang (golongan C) dalam kualifikasi pertambangan. Letak geografis dari tambang tersebut, tepat berada di Kecamatan Kawasagka, khususnya di desa Balobone dan desa Napa. Pemanfaatan sumber daya dengan manajemen yang tepat, sudah semestinya menjadi pemahaman utama bagi para pelaku penambagan, agar dapat mengantisipasi kerusakan lingkungan yang akut. Namun, sangat miris sebuah keharusan yang semestinya menjadi dasar dalam melakukan aktifitas penambangan, tidak dapat kita temukan di lapangan. Semua kesemrautan ini, akibat dari tidak adanya ketegasan dari pihak yang berwenang (DPRD) Kabupaten Buton Tengah, untuk menerbitkan regulasi terkait tambang (golongan C). Lebih parahnya lagi, ketika kami, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mawasangka Raya Kendari (HIPPMMAS RAYA KDI) melakukan observasi, kami menemukan beberapa kejanggalan dilapangan, Khususnya di Desa Balonone. Di Desa tersebut terdapat sebuah palang, yang berfungsi untuk memungut retribusi dari mobil pengangkut pasir. Setelah hampir setengah jam melakukan diskusi bersama penjaga palang, kami mendapatkan informasi bahwa palang tersebut dari Dinas Pendapatan Kabupaten Buton Tengah. Hingga akhirnya kami berkesimpulan bahwa, telah terjadi pungutan liar Oleh pihak yang bersangkutan, sebab bagaimana mungkin retribusi diberlakukan tanpa adanya dasar hukum yang mengaturnya (PERDA). Singkatnya telah terjadi masalah serius di Kabupaten Buton Tengah terkait dengan tambah galian (Golongan C).

Muh.Daud

085394702655