99 Komik "Siksa Kubur" Untuk DPR RI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Bagi yang pernah bersekolah di era 90'an akhir juga 2000an awal, pasti kenal dengan komik "Siksa Neraka". Sebagian besar anak SD di masa itu, biasanya sepakat untuk tidak menghabiskan Rp. 1000.-  membeli komik ini. Namun entah bagaimana ceritanya itu komik bisa ada di rumah dan kita pun membacanya. Halaman demi halaman, rasa ngeri-ngeri sedap bertumbuhan. Seketika rajin ibadah, dan menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Setidaknya komik ini memberikan ancaman kepada kita yang saat itu masih amat polos untuk terhindar dari perbuatan tercela. Nah, hari ini penulis merasa sudah sulit mencari komik tersebut. Bak kitab sakti mandra guna, sejumlah kolektor pun memburunya. Rasa kerinduan akan komik ini sedikit jadi triger untuk membuat petisi yang kini sedang teman-teman baca.

Sudahi bernostalgianya.

Hari ini mungkin kita (yang seangkatan dengan penulis tentunya) sudah tumbuh lebih dewasa. Setidaknya sering mendengar bahkan melihat langsung bahwa negara kita begini, dan begitu. Ada yang baik tentu tak sedikit pula yang buruk. Yang buruk dan sama-sama kita sepakati untuk melawannya adalah soal korupsi.

Menyoal DPR RI sendiri, selama ini menjadi lembaga yang kita nilai "kotor". Sejalan dengan hasil survei Global Corruption Barometer (GBC) per 2017 yang dipublikasikan CNN Indonesia per Maret 2017. Sebagian besar responden di 31 provinsi sepakat dengan anggapan ini.

Anggapan ini diperkuat dengan banyak laporan media soal praktik korupsi yang menyeret nama-nama beken Senayan. Selain itu kita pun dapat menengok rapor para wakil ini di sejumlah kanal. Hingga hari ini belum ada hasil yang membuat tumbuhnya rasa puas.

Dikutip dari laman Tirto.id soal absensi saja wakil-wakil rakyat ini tak ada yang mampu  menunaikan 50% kehadiran. Bila dalam dunia perkuliahan namanya mungkin sudah tidak ada waktu Ujian Akhir Semester. Fakta lainnya berkutat dengan Sedikitnya RUU yang bisa di sahkan dari sekian banyak rapat, dan anggaran belanja yang terus melonjak tiap tahunnya. Ditambah lagi soal "seakan kebal hukum" yang dipraktekan langsung beberapa petingginya kala terseret beberapa kasus.

Wajar bila kami yang awam pun sepakat dengan "ada yang aneh dengan lembaga yang satu ini".

Jujur saja saya pribadi hanya iseng untuk membuat petisini ini. Sesederhana menengur seseorang yang tengah melakukan keganjilan di dalam hidupnya. Lewat 99 komik "Siksa Neraka" ini, kita hanya berupaya mengingatkan sesuatu pada wakil-wakil kita. Setelah itu mungkin tidak ada perubahan yang signifikan, atau mungkin ada beberapa dari mereka yang mencoba merenungi apa maksud kita.

Tentu ini bukan mosi tidak percaya, ini hanya permainan seorang bocah kemarin sore yang mengingatkan bapaknya untuk tidak merokok diruang keluarga. Takut-takut ia mati sebelum si anak memberi cucu. Sama saja denga kita yang memberikan peringatan untuk tidak memanfaatkan kekuasaan dan meminta agar mereka melayani masyarakat atau untuk tidak tergiur tindak KKN. Supaya negara ini tidak berumur pendek karena ulah segelintir orang.

Singkatnya apakah kamu setuju dan ingin berpartisipasi untuk memberikan 99 Komik "Siksa Neraka" untuk para wakil kita ini? Semoga saja buku ini bisa disimpan di dalam ruang rapat untuk menjadi pemantik kinerja yang lebih baik lagi.

.

.

Tabik!

 

 



Hari ini: Roby mengandalkanmu

Roby Iskandar membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "DPR RI: 99 Komik "Siksa Kubur" Untuk DPR RI". Bergabunglah dengan Roby dan 17 pendukung lainnya hari ini.