Dorong Pemerintah Menyediakan Gerbong KRL Khusus Pesepeda

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Transportasi Umum Ramah Sepeda

Jakarta, sebagai sebuah ibukota negara, dan berpenghuni lebih dari 10 juta penduduk, menjadikan Jakarta salah satu kota yang tersibuk di dunia. Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan pusat bisnis dan perekonomian, juga terdapat banyak tempat wisata. Sebagai pusat perekonomian dan bisnis, tidak heran pergerakan penduduk di kota ini menjadi sangat tinggi, baik yang menggunakan angkutan pribadi, maupun angkutan umum. Sebagai akibatnya kemacetan dan polusi menjadi salah satu isu utama di kota ibukota dan sekitarnya.

Untuk mengurangi kepadatan jalan dan polusi, transportasi dan sarana transportasi massal yang ramah lingkungan, serta berfasilitas baik sudah menjadi sebuah keharusan.

Oleh karena itu, popularitas sepeda dalam beberapa tahun ini semakin meningkat, terutama bagi warga yang aktif menggunakan sepeda untuk untuk bekerja (Bike to Work / B2W) maupun untuk menunjang kegiatan sehari-hari lainnya. Tujuannya adalah untuk menghindari kemacetan, selain sambil berolahraga juga, serta untuk mendukung gerakan pengurangan pemanasan global yang salah satunya diakibatkan oleh polusi dari kendaraan bermotor.

Namun, tidak semua wilayah bisa ditempuh dengan sepeda, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal sangat jauh dari tempat kerja, sehingga perpaduan antara menggunakan sepeda dan kendaraan umum seperti KRL sangat dibutuhkan, selain sama-sama kendaraan ramah lingkungan (asap), juga merupakan kendaraan umum yang terbebas dari macet, yang merupakan dua masalah utama di jalanan ibukota. Tidak heran ada sekitar 1juta pengguna KRL aktif setiap harinya.

Namun, hal tersebut terhalang oleh tidak adanya fasilitas yang baik yang menunjang para pesepeda ibukota. Saat ini aturan dari PT. KCI mengenai barang bawaan yang boleh masuk gerbong adalah berukuran maksimal 48x74x29cm. Peraturan ini hanya memungkinkan pengguna sepeda membawa sepeda lipat maksimal berukuran 20 IN ke dalam gerbong KRL. Peraturan ini sangat jauh dari harapan untuk mendapatkan fasilitas yang layak kepada para pengguna sepeda yang ingin menggunakan KRL di ibukota. Sebab tidak semua pesepeda memiliki sepeda lipat (seli), ada yang menggunakan sepeda ukuran lebih besar seperti Road Bike, dan MTB dengan ukuran roda 26 IN ke atas. Apalagi jalanan ibukota tidak semuanya mulus, banyak yang berlobang, rusak, sehingga sepeda dengan dimensi agak besar sangat dibutuhkan.

Sebagai kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi, serta memiliki problem kemacetan dan polusi udara yang cukup serius, sudah selayaknya kita memprioritaskan peraturan yang memudahkan para pengguna sepeda mendapatkan akses dan fasilitas yang baik di jalanan. Sebab jika fasilitas yang menunjang para pesepeda sangat minim, maka tidak menutup kemungkinan para pesepeda pemula mengalami patah semangat, yang akhirnya mereka kembali beralih menggunakan kendaraan bermotor, yang mana akan menambah kemacetan dan polusi udara yang meningkat.

Oleh karena itu, saya mengharapkan bapak/ibu yang memiliki wewenang terkait hal ini, dapat mempertimbangkan hal ini, demi menciptakan kota yang ramah manusia, dan ramah bumi, yang salah satu nya adalah peraturan untuk menyediakan gerbong KRL khusus bagi yang membawa sepeda ukuran apa saja.