Deva pasti bisa sembuh

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Bocah Lima tahun mengidap penyakit langka ! 

Deva mengalami kerapuhan kulit 

(EPIDERMOLISIS BULOSA )

SP - Namanya Deva Rahmawani. Sejak lahir mengidap penyakit yang membuatnya tak pernah tidur nyenyak. Ia tak pernah beraktifitas sebagaimana anak seusianya. Seperti, bersepeda mini atau belajar berenang.


Keringat akan membuatnya terbangun dari mimpi berlari-lari. Hawa panas akan membuatnya lupa caranya tersenyum. Semua tergantikan rasa sakit dan perih yang teramat sangat. 


Menatap wajahnya, hampir tak terlintas satu pun guratan senyum. Yang ada hanya tangis, bukan karena dia cengeng atau manja. Namun, Deva menangis karena sakit di sekujur kulitnya.


Deva ditemukan sedang bersama sang ayah, Dedi di peranginan Istana Alwatzikhoebillah Sambas, oleh anggota Karang Taruna, Zaldi.


Melihat nasib Deva, hati Zaldi terusik. Dia bertekad membantu pembiayaan pengobatan bocah malang tersebut.


"Ayahnya, Dedi seorang buruh kebun, kerja hari ini untuk makan hari ini. Kalau tidak bekerja, maka tak adalah makanan tersedia. Orangtua mereka sudah berpisah, dan Deva ikut bersama ayahnya," tutur Zaldi mengisahkan.


Ia berkisah, saat itu cuaca memang sedang panas-panasnya. Deva dibawa ke peranginan istana, agar bisa tertiup angin dan meringankan perihnya. 


Awak media menemui Zaldi di ruang lobi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Sambas, Rabu (25/10). 


Zaldi datang bersama rekan-rekannya sesama anggota Karang Taruna Kabupaten Sambas, untuk mengurus penyaluran dana bagi pengobatan Deva.


"Kita dari kemarin langsung bergerak dan melakukan penggalangan dana. Saat ini Deva sudah dirawat  di Rumah Sakit Umum Daerah Singkawang. Dokter mengatakan penyakitnya langka, kerapuhan kulit," kata dia.


Deva harus dibawa lagi ke Pontianak, lalu ke RSCM Jakarta, agar perawatan dan pengobatan terbaik bisa didapat untuk mengurangi derita yang menderanya. “Karena di sanalah dia bisa mendapatkan pengobatan yang maksimal," ungkap Zaldi.


Deva hanya memililki sang ayah yang bekerja serabutan sebagai buruh perkebunan sawit. Saat ini, Deva selalu didampingi oleh ayahnya untuk menjalani pengobatan. Uluran tangan dermawan sangat diperlukan, agar Deva tak hanya mengenali dunia melalui rasa perih yang dirasakannya. (nurhadi/lis)
 
TAGS: