Petisi Warga dan Pelanggan PDAM Bandarmasih

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Bocornya pipa air baku milik PDAM Bandarmasih di Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk pada Jumat (15/2/2019), membuat pasokan air baku dari Intake Sungai Tabuk ke IPA Pramuka, mengalami penurunan debit air. 

Akhirnya, warga Banjarmasin khususnya pelanggan PDAM Bandarmasih harus merasakan dampaknya. Terhitung sejak Jumat (15/2/2019) hingga Senin (18/2/2019), diperkirakan pasokan air bersih yang sejatinya dinikmati warga harus macet alias mati total.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan publik, meski PDAM Bandarmasih beralasan saat ini usia jaringan pipanya sudah terlampau tua. Namun, pertanyaannya, apakah selama ini PDAM Bandarmasih dengan total pelanggan hampir 99 persen mencakup wilayah Banjarmasin telah tercover. Ini membuktikan, kebutuhan air bersih di kota seribu sungai sangat vital, dengan kondisi sungai yang diduga telah tercemar berat. 

PDAM Bandarmasih diminta untuk transparan kepada publik, khususnya pelanggan PDAM sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik yang menuntut pelayanan prima. Ini sebanding dengan kebijakan PDAM sendiri yang memberi denda bagi pelanggan, bahkan mencabut jaringan air bersih bagi yang menunggak selama tiga bulan.

Desakan dari Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel agar sistem perpipaan air bersih diaudit, patut didukung.. Hal ini juga menjawab semua keraguan publik, karena begitu vitalnya fungsi PDAM Bandarmasih sebagai badan usaha milik daerah bagi warga kota.

Air bersih merupakan hajat hidup orang banyak, sehingga jika terganggu sedikit saja, akan membuat kegaduhan publik. Kejadian semacam seakan terulang. Untuk itu, petisi ini untuk memberi kesempatan bagi PDAM Bandarmasih, Walikota Banjarmasin dan Ketua DPRD Banjarmasin memberi jawaban terbuka kepada masyarakat Banjarmasin, sembari mendorong peningkatan kinerja perusahaan daerah.

Wassalam, 

Didi Gunawan

Warga Banjarmasin