Bank Mandiri, Ayo Jadi Contoh Baik, Stop Pembiayaan Batu Bara Sekarang Juga!

Bank Mandiri, Ayo Jadi Contoh Baik, Stop Pembiayaan Batu Bara Sekarang Juga!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.
Dengan 15.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!
Bersihkan Indonesia memulai petisi ini kepada Darmawan Junaidi ​​ (Direktur Utama Bank Mandiri) dan

Siapa sih yang nggak tau Bank Mandiri? Pasti di antara kita juga ada yang jadi nasabah mereka. Ya, Bank Mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Bank Mandiri juga dikenal sebagai salah satu First Movers on Sustainable Banking yang seharusnya memiliki semangat untuk menjadi perintis perbankan berkelanjutan di Indonesia. 


Namun tahukah kalian, jika Bank Mandiri ternyata hingga sekarang masih mendukung pembiayaan proyek yang menggunakan batu bara lho. Pada bulan Juli 2020, Bank Mandiri ikut terlibat dalam pembiayaan PLTU Jawa 9 dan 10 yang akan menggunakan jutaan ton batu bara sepanjang masa operasinya dan akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer. Tak hanya itu, berdasarkan pemodelan dampak kesehatan, PLTU Jawa 9 dan 10 akan menyebabkan lebih dari 4.700 kematian dini selama masa PLTU tersebut beroperasi. 


Pada April 2021, Bank Mandiri juga terlibat dalam kredit sindikasi sebesar AS$400 juta untuk Adaro dengan bertindak sebagai agen fasilitas. Adaro memiliki cadangan batu bara sebesar 1.1 miliar ton dan berencana akan menggali seluruh cadangan batu bara tersebut selama 20 tahun kedepan. Apabila seluruh cadangan batu bara Adaro ini dibakar untuk pemakaian pembangkit maka berpotensi menghasilkan emisi yang sama dengan emisi tahunan negara India. Oh iya, November 2021 ini Bank Mandiri bersama Bank BNI juga baru memberikan kredit kepada perusahaan batu bara PT ABM Investama senilai US$ 100 juta.


Padahal, kita tahu batu bara adalah salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Indonesia pun telah menandatangani komitmen Perjanjian Paris, dan berdasarkan riset yang dilakukan oleh Climate Analytics, untuk mencapai komitmen Perjanjian Paris untuk membatasi peningkatan suhu sebesar 1,50C, seluruh dunia harus menghentikan penggunaan pembangkit listrik batu bara (PLTU batu bara) pada tahun 2040. Dengan masa operasional pembangkit listrik batu bara rata-rata adalah 25 tahun, untuk mencapai komitmen Perjanjian Paris, kita harus menghentikan pembangunan PLTU batu bara sekarang.  Selain itu, aktivitas pertambangan batu bara juga memiliki sejumlah catatan negatif dari dampak kesehatan dan lingkungan yang dihasilkan. 

Karena itu, kami sangat menyayangkan keputusan Bank Mandiri untuk terus membiayai PLTU batu bara dan perusahaan tambang batu bara. Dengan tetap membiayai pembangunan PLTU batu bara dan perusahaan tambang batu bara, Bank Mandiri memungkinkan berjalannya proyek-proyek yang menghasilkan emisi gas rumah kaca secara signifikan, sekalipun emisi yang dihasilkan proyek-proyek tersebut akan berkontribusi terhadap tidak tercapainya tujuan Perjanjian Paris untuk membatasi peningkatan suhu global pada 1,50C. Bukankah hal ini bertentangan dengan komitmen Bank Mandiri untuk tidak memberikan pembiayaan kepada usaha atau proyek yang membahayakan lingkungan, seperti tercantum dalam laporan tahunan Bank Mandiri tahun 2020? 


Di saat berbagai lembaga keuangan global mulai menyetop pembiayaan mereka untuk bisnis batu bara, lembaga pendana di Indonesia sudah sepatutnya mengikuti tren ini. Bank Mandiri sebagai anggota First Movers on Sustainable Banking sudah sepantasnya menjadi contoh bagi bank-bank dalam negeri lainnya mengenai sustainable financing. Untuk itu kami mendesak Bank Mandiri untuk berhenti membiayai perusahaan tambang batu bara dan PLTU batu bara, serta menjadi pionir di Indonesia sebagai Bank yang memiliki kebijakan pembatasan pembiayaan ke batu bara. 

Kalau kamu peduli tentu pastinya pengen dong Bank Mandiri jadi bank yang bersih, sehingga uangmu tidak turut berkontribusi mensponsori krisis iklim yang mengancam masa depan kita? Yuk dukung kami untuk #BersihkanBankMu sekarang juga!

Salam,

Bersihkan Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.
Dengan 15.000 tanda tangan, petisi ini menjadi salah satu petisi paling banyak di tanda tangani di Change.org!