Petisi ditutup

SANGAT GENTING !!! KAMI BUTUH JEMBATAN PENYEBERANGAN SEKARANG JUGA...!

Petisi ini mencapai 172 pendukung


Kota yang modern dan humanis harus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan warganya. Sebagai kota metropolitan, warga Jakarta memiliki beragam aktifitas dengan mobilititas yang tinggi yang dilakukan dengan beragam cara. Warga ada yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, fasilitas kendaraan umum seperti taksi, metromini, mikrolet, busway trans Jakarta, kereta api, sampai moda transportasi online. Bahkan banyak juga warga yang memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda kayuh (gowes) untuk melakukan aktifitas sehari-harinya. Tentu saja semua warga harus difasilitasi dan dijamin kenyamanan dan keamanannya, terutama kepada para pejalan kaki dan pesepeda gowes. Cara mobilitas warga dengan berjalan kaki dan bersepeda gowes ini harus betul-betul didukung dan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI, karena sangat positif dan bermanfaat membiasakan warga hidup sehat, hemat dan mengurangi polusi akibat asap kendaraan bermotor.

Betapa pejalan kaki begitu harus dihormati, sangat diperhatikan dan dijamin hak-haknya, dapat kita baca Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Khususnya pada pasal 131 yang menyatakan bahwa:
1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.
2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud di atas pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan dirinya.

PERMASALAHAN
Permasalahan yang muncul dan harus dihadapi merupakan permasalahan warga ibukota yang memanfaatkan ruas jalan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan antara Kawasan Pulogadung, Kelapa Gading Timur, Pegangsaan hingga Pulo Gadung Trade Center (PTC). Untuk lebih memperjelas permasalahan, akan diuraikan perbandingan dua keadaan lingkungan antara waktu dulu sekitar 1 sampai 2 tahun yang lalu dan keadaan sekarang.

Keadaan Dulu
Keadaan dulu sampai dengan sekitar awal tahun 2016, terdapat belokan langsung dari arah Pulogadung di depan pom bensin dekat rumah sakit Mediros ke arah jalan komplek PT HII, di mana angkot M37 bisa langsung berbelok ke arah jalan komplek tersebut. Saat itu belum terdapat separator busway dan masih ada separator pembatas jalur lambat dan jalur cepat. Keberadaan jembatan penyeberangan atau lampu lalulintas untuk menyeberang para pejalan kaki sebenarnya sudah dari dulu sangat diperlukan, apalagi di sekitar belokan ke arah komplek PT HII. Hal ini mengingat di sekitar komplek PT HII terdapat banyak sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMTP sampai dengan SMTA, selain para pekerja dan warga yang ingin berbelanja ke pasar sehingga setiap hari banyak anak-anak sekolah dan warga yang harus menyeberang Jalan Perintis Kemerdekaan. Menyeberang yang aman tentunya menggunakan jembatan penyeberangan. Tetapi sayangnya jembatan penyeberangan yang dibutuhkan tidak ada yang seharusnya diadakan lebih dulu sebelum hasil pelebaran jalan efektif difungsikan. Ironisnya, 2 jembatan penyeberangan yang terdekat yaitu jembatan penyeberangan Halte BERMIS dan jembatan penyebrangan Halte Bekasi KIP depan PTC berjarak kurang lebih 3,64 km (lihat gambar menurut google map) sehingga perlu sekitar 15 sampai dengan 25 menit bagi warga untuk mencapai salah satu jembatan penyeberangan tersebut. Sebelum dilakukan penutupan jalan belokan dari dan ke arah komplek PT HII, saat itu pejalan kaki dan pengendara sepeda banyak terbantu dan merasa lebih aman dalam menyeberang dengan cara ‘ikut’ menyebrang dengan kendaraan yang berbelok ke arah PT HII. Hal ini bisa terjadi karena laju kendaraan di sekitar itu menjadi lambat bahkan terpaksa berhenti karena terbantu oleh banyaknya kendaraan yang belok kanan, putar balik atau kendaran yang masuk jalur dari arah komplek PT HII.

Keadaan Sekarang
Jalan belokan langsung di depan POM BENSIN ke Jl. Komplek PT HII sudah ditutup sehingga otomatis jalur pesepeda dan pejalan kaki yang biasa “ikut” menyebrang tertutup juga, ditambah dengan keberadaan separator busway yang sangat tinggi sehingga orang yang “terpaksa” dan terbiasa menyeberang di daerah itu harus mengangkat kaki tinggi-tinggi untuk melewatinya. Lebih repot lagi bagi yang bersepeda, mereka harus menyeberang dengan mengangkat sepeda mereka melewati separator busway yang tinggi itu.

Kondisi terkini malah lebih mengerikan. Separator atau pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat yang dari arah Mediros ke arah Bermis sudah dihilangkan juga. Hal ini membuat para penyeberang berhadapan dengan situasi jalan yang lebih mengerikan lagi. Jika sebelum ini kalau menyeberang bisa berhenti (istirahat atau jeda) di atas separator yang di tengah-tengah sebelum menyebrang lagi, maka sekarang hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Sekarang ini berhenti di tengah jalan saat menyeberang sangat mengerikan karena mobil atau motor yang lewat melaju sangat cepat dan dengan leluasa pula. Di samping ancaman dari pemotor yang melawan arus yang bisa datang tiba-tiba dari arah Bermis, sementara pandangan dan konsentrasi penyeberang ke arah kanan dari arah Pulogadung.

Ada banyak penduduk yang ada di antara dua jembatan penyebrangan Halte BERMIS dan Halte di Jalan Raya Bekasi KIP depan PTC, hal ini ditandai dengan banyaknya jalan “kampung” di antaranya Jl. Komplek PT HII, Jl. Puskesmas, Jl. Bangun Cipta Sarana, Jl. Kayu Mas Utara, Jalan Cinta, Jalan Inspeksi Kali Sunter. Ditambah lagi dengan adanya apartemen Gading Icon dengan total penghuni bisa lebih dari 2000 KK , otomatis penduduk sekitar kawasan tersebut bertambah ratusan bahkan ribuan KK ditandai dengan munculnya RW baru yaitu RW 11 Pulo Gadung. Setiap hari banyak penduduk menyebrang dari dua arah dengan rasa was-was, dan bisa menunggu waktu cukup lama untuk mencapai keadaan lalu lintas agak lengang untuk kemudian menyeberang.

Maka yang menjadi inti permasalahan adalah:
1. Apakah Pemerintah DKI Jakarta dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunannya benar-benar memperhatikan kenyamaan dan keselamatan warganya, termasuk dalam perencanaan dan pembangunan di Jalan Perintis Kemerdekaan?
2. Jika ya, mengapa sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan akan dibangun dan kapan selesainya? Setidaknya jika membangun jembatan penyeberangan membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama, mengapa tidak disegerakan membangun zebra cross saja terlebih dahulu??
3. Apakah jembatan penyeberangan/lampu lalu lintas untuk pejalan kaki ini bukan hak warga dan apakah warga di sekitar Pulogadung dan Kelapa Gading Timur akan selamanya dibiarkan menyeberang di jalan dalam kondisi yang tidak nyaman dan tidak aman untuk menyebrang?
4. Haruskah warga, khususnya warga di sekitar Pulogadung dan Kelapa Gading Timur berjalan melambung sejauh 500 m sampai 2000 m untuk mencapai jembatan penyebrangan terdekat sehingga bisa menyeberang dengan aman? Padahal tujuannya hanya berjarak sekitar 30 - 100 meter saja jika menyeberang secara langsung.
5. Haruskan warga memiliki kendaraan pribadi atau dua kali naik kendaraan umum dengan tempat putar balik yang jauh untuk supaya sampai ke tempat yang cuma sekitar 30 - 100 m di depan mata warga?
6. Jarak antara jembatan penyebrangan PEDONGKELAN sampai jembatan penyebrangan BERMIS yang sejauh 2,2 KM, ternyata di antara keduanya ada 2 jembatan penyebarangan yaitu jembatan penyeberangan ASMI dan PULOMAS dan ada 2 tempat untuk BERPUTAR BALIK. Mengapa antara jembatan penyebrangan BERMIS dan KIP (depan PTC ) yang berjarak 3,64 KM tidak ada jembatan penyebrangan sama sekali, termasuk tidak ada tempat berputar balik (U Turn)?
7. Undang-undangnya sudah jelas, apalagi kebutuhan warga benar-benar sudah sangat mendesak. Sungguh tidak adil dan tidak berperikemanusiaan jika tidak segera dibangun jembatan penyeberangan di sekitar RS Mediros atau Apartemen Gading Icon.

Maka melalui tulisan ini, kami memohon perhatian dari semua pihak yang berwenang, agar segera membangun jembatan penyeberangan di tempat kami.

Jakarta,  Agustus 2017

Yuliana Aisyah
Warga RT 007 RW 11 Kelurahan Pulogadung



Hari ini: Yuliana mengandalkanmu

Yuliana Aisyah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "dinas perhubungan dki jakarta: SANGAT GENTING !!! KAMI BUTUH JEMBATAN PENYEBERANGAN SEKARANG JUGA". Bergabunglah dengan Yuliana dan 171 pendukung lainnya hari ini.