Tolak Hasil PPDB DKI 2020 Jalur Zonasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saat ini jalur zonasi PPDB DKI 2020 hanya menerapkan area rumah sebagai syarat untuk dapat melakukan pendaftaran di jalur zonasi (tanpa memperhitungkan jarak dari rumah siswa ke sekolah), dan usia sebagai syarat seleksi utama. Hal ini membuat semua siswa berusia muda, terutama kelahiran tahun 2005 tidak bisa masuk ke sekolah yang mereka inginkan. Selain itu, seleksi usia juga membuat usia termuda untuk seluruh calon peserta didik SMA Negeri di DKI adalah 15 tahun 7 bulan; dan tertua adalah 20 tahun 10 bulan (sesuai statistik di https://ppdb.jakarta.go.id/ per 27 Juni 2020; jam 08.20). 

Nilai sama sekali tidak menjadi perhitungan dalam melakukan seleksi, sehingga banyak nilai di bawah standar menjadi urutan pertama dalam daftar seleksi. Murid akan berpikir, untuk apa belajar, jika pada akhirnya nilai tidak menjadi pertimbangan? Lalu, apakah sistem pendidikan seperti ini yang memang diinginkan oleh Dinas Pendidikan DKI? Dan apakah wajar jika murid usia 15 tahun 7 bulan, bergaul dengan usia 20 tahun 10 bulan (rentan bullying dan membuat kondisi belajar tidak kompetitif).