Copot Kepsek SMAN 9 Kendari yang Diduga Cabul!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Guru seharusnya gak cuma mengajarkan kurikulum. Mereka juga harus kasih contoh. Tapi apa yang bisa dicontoh dari orang yang berbuat asusila kepada muridnya?

Makanya, kami ingin kepala sekolah kami dicopot karena diduga melakukan tindak asusila.

Nama saya Adelia Tungka. Saya adalah Ketua OSIS SMAN 9 Kendari. Saat ini, saya dan teman-teman lainnya sedang merasa resah.

Kepala sekolah kami, Pak AS, diduga kuat pernah melakukan tindak asusila ketika ia masih menjadi guru di SMA Keberbakatan Olahraga (SKO) Provinsi Sulawesi Tenggara. Misalnya dia pernah mengumpulkan anak-anak perempuan ke sebuah ruangan gelap dan mengaku hanya mengelap keringat mereka di sana, setelah pertandingan olahraga. Karena hal itu, dia sampai dicopot dari jabatannya dan harus membayar denda adat Peohala

Kalau cari nama dia di Google, teman-teman pasti menemukan banyak berita tentang perbuatan asusilanya. Beberapa siswi mengaku pernah diajak keluar malam-malam, sampai mengajak siswi istirahat di ruangannya.

Sekarang Pak AS menjabat sebagai kepala sekolah kami. Gak cuma saya dan teman-teman yang gak setuju sama hal ini. Para alumni sekolah kami juga gak ada yang setuju. 

Bersama Ikatan Alumni SMAN 9 Kendari, kami sudah beberapa kali melakukan aksi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara. Kami juga sempat melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi. 

Permintaan kami sebenarnya sederhana: kami hanya ingin memiliki kepala sekolah yang benar-benar bisa memberikan contoh baik kepada murid-muridnya. 

Dinas Dikbud Sulawesi Tenggara bilang mereka gak bisa menurunkan Pak AS karena gak ada bukti. Memang, pemberitaan media dan pencopotan jabatan Pak AS di sekolah sebelumnya, bukan bukti yang cukup untuk menurunkannya?

Makanya, melalui petisi ini, kami ingin ajak kalian semua untuk bersuara supaya Pak AS DICOPOT dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMAN 9 Kendari. Kepala Sekolah yang diduga punya rekam jejak asusila tidak seharusnya memimpin sekolah. Masa, Kepsek gitu?

Salam,

Adelia Tungka