Verifikasi kembali data Peserta Jalur Zonasi PPDB Kota Metro, Tolak peserta (KK <1tahun)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pupuk Kejujuran dan Keadilan dalam Pendidikan di Indonesia!

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menilai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan Nilai Ujian Nasional membuat adanya sekolah yang dinilai lebih eksklusif dari sekolah lainnya. Akhirnya pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan sistem PPDB dengan mengutamakan jalur Zonasi, yaitu berdasarkan jarak tempat tinggal peserta ke sekolah yang dipilih.

Namun sayangnya pada tahun ini banyak peserta yang sengaja melakukan "kecurangan" dengan memindahkan nama peserta ke Kartu Keluarga yang alamatnya lebih dekat dengan jarak sekolah. Padahal hal ini dapat dilihat dengan jelas karena biasanya di KK yang baru status peserta bukan sebagai "Anak" melainkan "Famili lain". Selain itu, penggantian KK ini juga biasanya dilakukan pada waktu mendekati pembukaan pendaftaran PPDB jalur Zonasi tersebut, sehingga ini jelas melanggar aturan Kemendikbud tentang PPDB jalur Zonasi itu sendiri yang mengharuskan tanggal pengeluaran KK lebih dari 1 tahun.

Dan sangat disayangkan pihak sekolah yang juga bertindak sebagai panitia yang melakukan verifikasi tetap meloloskan peserta-peserta tersebut. Hal ini tentu bukan hal yang baik bagi calon peserta didik, karena dari sini mereka menganggap bahwa setiap peraturan yang berlaku selalu ada celah untuk melakukan kecurangan. Untuk itu saya mengajak Bapak/Ibu Saudara sekalian untuk menandatangani petisi ini agar data pengajuan peserta PPDB diverivikasi kembali dan membatalkan keikutsertaan peserta yang terindikasi melakukan kecurangan. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengembalikan pemikiran oknum-oknum tersebut bahwa dalam Pendidikan harus menjunjung tinggi Kejujuran dan Keadilan. Jika kita membiarkan hal semacam ini diingat sepanjang hidup anak-anak kita yang bahkan belum masuk sekolah tersebut, lalu akan ada kecurangan-kecurangan seperti apalagi yang akan mereka lakukan selama sekolah nantinya atau bahkan selama hidup mereka? Sungguh miris bukan membiarkan anak-anak kita tumbuh dengan pemikiran tersebut? Ayo tandatangani petisi ini, karena kita semua bertanggung jawab atas pendidikan anak cucu kita kelak. Terima kasih