Stop Bakar Sampah di Pemukiman Warga! Asapnya Mengganggu Kesehatan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya seorang warga Banguntapan, Bantul yang baru memiliki Bayi. Rabu 18 Desember kemarin sekitar jam 4 ketika hendak salat subuh di Masjid, saya kaget waktu membuka pintu. Di luar rumah penuh dengan kabut asap yang bikin napas saya tercekat. Ternyata ada yang bakar sampah subuh-subuh. Kebetulan saya seorang penderita sinusitis juga dan sangat sensitif dengan polusi udara.

Salat di Masjid pun jadi terganggu karena sambil menahan batuk akibat kabut asap. Saya tidak habis pikir, orang macam apa yang tega memproduksi polusi udara pada waktu subuh. Di waktu subuh yang seharusnya udara lagi bersih-bersihnya malah berubah penuh polusi udara akibat asap.

Kejadian ini sudah seringkali terjadi di sekitar rumah saya, bisa beberapa kali seminggu. Jarak 100 meter dari rumah ada tetangga yang hobi bakar-bakar sampah daun, jarak 200 meter ada rumah produksi krupuk, hampir setiap hari bakar sampah, dan aparat RT setempat juga saya pernah lihat bakar-bakar sampah.

Padahal asap dari hasil bakar sampah mengandung zat-zat yang kalau dihirup bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Pembakaran sampah yang tidak sempurna akan menghasilkan banyak zat lain yang tak kalah berbahaya; PAH, VOC, dan karbon monoksida. Apalagi kalau sampahnya plastik. Kalau dibakar dan dicampur sama sampah lain bisa menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya. Bagi anak kecil, dioksin bisa menghambat pertumbuhan, mengganggu fungsi reproduksi dan sistem kekebalan tubuh.*

Saya takut kesehatan bayi saya terganggu karena asap dari bakar sampah ini.

Ini sebabnya saya membuat petisi ini meminta Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta untuk bisa mensosialisasikan pengolahan sampah rumah tangga dengan benar. Bukan dengan dibakar.

Sudah ada juga undang-undang untuk mengelola sampah. UU nomor 18 tahun 2008 pasal 29 ayat 1 butir yang yang berbunyi "Setiap orang dilarang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah".

Pada pasal 12 ayat 1 disebutkan juga bahwa setiap orang berkewajiban mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang berwawasan lingkungan. Karena efek asap yang ditimbulkan dari bakar-bakar sampah sangat mengganggu lingkungan sekitar, bahkan bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Saya juga mengajak anda yang peduli dengan polusi udara dan pernah mengalami apa yang saya rasakan akibat kabut asap untuk ikut menandatangani petisi ini. Tidak perlu ribut-ribut dengan tetangga ataupun RT anda. Mari kita mulai dari tandatangani petisi dan sebarkan untuk membuat perubahan yang lebih baik terkait polusi udara di kota Anda tinggal. Menandatangani petisi ini gratis, yang mahal adalah kepedulian anda membuat lingkungan sekitar kita menjadi lebih baik.

Salam,

Sakti Al Fattaah

*https://www.hipwee.com/feature/ini-alasan-kenapa-kita-harus-beneran-stop-bakar-sampah-selain-bahaya-bisa-bikin-masuk-bui-juga/