Petition Closed

Hapuskan Harga Organ Anak Pada Media

This petition had 8 supporters


Selamat pagi saudara-saudara semua,

Apa kabarnya? Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia ya.

Perkenalkan, saya Albertus Indratno. Saya punya seorang anak yang usianya sekitar 5 tahun. Puji Tuhan, dia sehat dan selalu semangat saat ke sekolah. Setiap hari saya mengantarnya ke sekolah, lalu dia lanjut day care dan di sore hari saya menjemputnya. Saya hitung-hitung dalam sehari, saya tidak melihat wajahnya kira-kira 8 jam. Dia tidak ada di jangkauan saya selama 8 x 60 menit alias 480 menit. Lama ya?

Kadang, saat bekerja, saya bertanya-tanya, dia sedang apa ya. Baik-baik sajakah dia? Ada deg-deg-an juga. Semakin kesini, rasa deg-degan itu bukannya menghilang, namun tambah menggila, apalagi setelah membaca berita penculikan anak yang dilansir beberapa media. Ini isu seksi buat dimuat, isu hangat buat disantap. Ngerinya lagi: untuk menculik tidak butuh jam-jaman. Cukup dalam hitungan menit. Duh...

Selain vidio penculikan Velin Tiani dari rekaman CCTV di Cikupa, Tangerang, Banten, masih ada tautan-tautan berita yang menjelaskan betapa anak ini pantas "diburu." Bahkan, beberapa media terang-terangan memuat harga di setiap potongan tubuh anak.  Saya mencatat dua di antaranya:

Di Pasar Gelap Harga Satu Anak 5 Miliar

Polisi Dalami Isu Soal Harga Organ Anak

Saya bisa apa karena berita itu sudah beredar. Di tautan pertama, berita ini sudah disebar melalui jejaring sosial Facebook sebanyak 85 kali. Sedangkan via Twitter sebanyak 1 kali. Sedangkan di tautan kedua tidak tampak angka persebarannya.

Untuk itu, saya mengusulkan kepada para awak media juga jajaran redaksi yang budiman dan terpelajar untuk :

1. Memberitakan peristiwanya saja, tanpa perlu menyebut angka. Angka ini cukup menggiurkan terutama bagi mereka yang dalam keadaan "terdesak" karena himpitan ekonomi. Saya berharap fenomena ini selesai sampai disini. Jadi, tolong perhatikan efek berita yang ditulis.

2. Jadilah inspirasi. Ketimbang memberitakan tentang besarnya uang diperoleh dari jual beli organ tubuh, kok ya, ealah, siapa tahu bisa, mas-mas wartawan fokus kepada langkah preventif dan antisipatif. Langkah-langkap apa yang harus dilakukan para orang tua dan guru untuk menyelamatkan hidup anak-anak penerus generasi bangsa.

3. Bermitra dengan sekolah dan orang tua. Kan jadi asyik tuh, kalau media jalan bareng dengan sekolah dan orang tua untuk sama-sama melindungi anak. Belum lagi ada komnas perlindungan anak, komnas ham bahkan jajaran kepolisian yang bisa digandeng.

Oleh karenanya, saya minta kepada:

Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI

Bapak Presiden Joko Widodo yang baik serta bapak Rubiantara, berkenan melihat peristiwa ini sama pentingnya dengan urusan lain di negeri ini. Mohon media-media yang ngawur disentil dan dibimbing ke jalan yang benar. Jangan sampai salah kaprah. Saya masih percaya kalau media dan awaknya juga jadi penentu peradaban sebuah bangsa.

Dewan Pers

Dewan Pers tolong semakin memperketat pengawasa kepada media online. Jangan sampai ini jadi bola panas yang akan membakar semua. Jangan sampai kita cari air setelah hutannya kebakar. Bukankah jauh lebih baik menyediakan air bahkan menyiapkan pertolongan terlebih dahulu.

Demikian petisi dari saya, bapak rumah tangga yang mencintai wanita karier.

Semoga semua sehat dan bahagia,


Albertus Indratno



Today: Albertus is counting on you

Albertus Indratno needs your help with “Dewan Pers: Hapuskan Harga Organ Anak Pada Media”. Join Albertus and 7 supporters today.