Hukuman Pelecehan seksual harus dipenggal organ kelamin pelaku dan dipidana seumur hidup!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Hukuman Pelecehan seksual harus dipenggal organ kelamin pelaku dan dipidana seumur hidup!

Petisi ini saya harap akan sampai kepada: President Joko Widodo, Wakil President Jusuf Kalla, Menteri Bidang Hukum: Bapak Wiranto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Ibu Yohana Yembise.

Saya sudah mendengar puluhan kasus dalam 3 tahun terakhir, dan dalam waktu 3 hari saya melihat ratusan orang berbicara soal kasus yang baru saja terjadi kepada anak balita berusia 5 tahun dilecehkan dan lebih parah lagi anak tersebut disuruh melakukan blow job kepada pelaku. Lebih parahnya lagi pelaku merekam process tersebut dan disebar ke media. Saya tidak tau siapa pelaku atau anak tersebut. Tetapi kejadian seperti ini sungguh nyata terjadi di negara kami, Indonesia.

Perlakuan tersebut sangat jijik dan tidak manusiawi sekali!!! Mana hati pelaku berada? Semua orang tua yang mendengar berita ini (termasuk saya seorang ibu) langsung lemas dan marah2. Saya sudah tidak tahan, kami ibu ibu bapak bapak yang masih punya hati, mari kita bersatu daripada cuman forward2 berita, kita harus sampaikan ini kepada orang yang mempimpin negara ini.

-------

Hukuman yang diberikan kepada pelaku pelecehan HARI INI hanya berbunyi seperti ini Pasal 82 (terlampir) (Source diambil dari: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5125d3aaf3911/pasal-untuk-menjerat-anak-yang-lakukan-pencabulan): 

Jika memang perbuatan yang dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan itu berupa perbuatan cabul yang diawali dengan rayuan terlebih dahulu maka perbuatan tersebut melanggar Pasal 76E UU 35/2014 yang menyatakan:

 “Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.”

 Hukuman atas perbuatan tersebut diatur dalam Pasal 82 UU 35/2014 sebagai berikut:

 (1)  Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2)  Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

------

Ngga salah?? Hanya di pidana minimal 5 tahun dan denda uang??? Apa artinya uang?? Apakah bisa digantikan dengan trauma dan pelecehan yang sudah berbekas dalam hidup si korban seumur hidup???!!!

Apa artinya juga hanya di pidana hitungan berapa tahun?? Justru bagi pelaku sakit jiwa malah seneng dapat tempat tinggal gratis!! Setelah keluar dari pidana, pelaku bisa saja mengulangi kejahatan yang sama.

Dengan petisi ini, kami meminta dan memohon keras kepada President Joko Widodo, Wakil President Jusuf Kalla, Menteri Bidang Hukum: Bapak Wiranto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Ibu Yohana Yembise.

Untuk meralat kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KHUP) dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur harus diberikan hukuman yang setimpal!

Dengan Hukuman Yaitu: Di pidana seumur hidup dan di penggal organ kelaminnya.

Saya tidak jago menyusun kata karena saya hanya seorang ibu sederhana yang ingin ada keadilan di masyarakat Indonesia, saya peduli dan mengasihi anak-anak di bangsa negara kami untuk hidup aman dan bahagia. Bagi bapak dan ibu yang setuju dengan ini tolong berikan suaramu. 1 suara mengubah bangsa. 1 voice makes a difference. Mulailah Sekarang!! Start now!!!

 

 

 



Hari ini: Ibu mengandalkanmu

Ibu weiwei membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Department of Justice: Hukuman Pelecehan seksual harus dipenggal organ kelamin pelaku dan dipidana seumur hidup!!". Bergabunglah dengan Ibu dan 27 pendukung lainnya hari ini.