Tolak Pilkada Serentak 2020

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Wabah COVID-19 di Indonesia semakin parah. Penambahan jumlah kasus per hari meningkat tajam. Sejak pengumuman kasus pertama tanggal 2 Maret 2020, sudah lebih 200 ribu kasus yang terjadi di Indonesia. Yang lebih menkhawatirkan lagi, kecenderungan laju penyebaran COVID-19 yang tidak terkendali. Sebagai gambaran, untuk 50 ribu kasus pertama, butuh waktu 115 hari. Namun untuk 50 kasus yang kedua (100 ribu) hanya butuh waktu 32 hari dan semakin parah dimana 50 ribu kasus yang ketiga (150 ribu) hanya 26 hari dan 17 hari untuk 50 ribu kasus yang ke empat (200 ribu). Selain itu sudah lebih dari 59 negara di dunia yang menolak masuknya warga negara Indonesia ke negara mereka sebagai bentuk ketidak percayaan mereka kepada Indonesia dalam penanganan penyebaran COVID-19.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap ngotot melaksanakan pilkada serentak tahun 2020 yang akan berpontensi menyebabkan penyebaran Covid-19 semakin tidak terkendali. Pengerahan massa saat kampanye dan kerumunan orang saat pemungutan suara akan menjadi sarana penyebaran yang efektif.

Selain itu, pelaksanaan pilkada serentak tersebut menghabiskan biaya yang besar. Sekitar 15 Triliun uang negara yang notabene adalah uang rakyat dihambur-gamburkan dalam pilkada tersebut. Di saat bersamaan, kondisi perekonomian masyarakat yang semakin sulit akibat pandemi tersebut.

Oleh karena itu, Mari kita TOLAK PILKADA SERENTAK 2020 dan Alihkan Biaya Pilkada Serentak tersebut untuk penanggulangab Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat.