TRAGIS...KONDISI DRIVER ONLINE YANG KIAN HARI SEMAKIN MEMPRIHATINKAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Ketika transportasi berbasis online mulai hadir di Indonesia, disaat itu masyarakat mulai merasakan betapa mudah, murah, aman dan praktisnya menggunakan moda transportasi berbasis daring ini. Sehingga tidak heran jika dalam waktu singkat moda transportasi daring menjadi primadona bagi masyarakat urban.

Hampir seluruh kalangan masyarakat perkotaan saat ini telah menggunakan moda transportasi daring baik roda 2 yang biasa disebut sebagai ojek online maupun roda 4 yang lazim kita sebut taksi online mulai dari siswa Sekolah Dasar hingga kalangan eksekutif, mulai dari ibu rumah tangga hingga pemilik usaha, dari buruh hingga pejabat pemerintahan.

Di awal kemunculannya, pihak penyedia aplikasi transportasi online ini menjanjikan penghasilan yang menggiurkan bagi para drivernya. Sehingga tidak mengherankan jika banyak yang tertarik untuk menekuni profesi sebagai driver transportasi online baik secara total atau hanya sekedar sambilan paruh waktu. Bahkan tidak sedikit orang yang rela resign dari perusahaan tempatnya bekerja atau meninggalkan usahanya agar bisa bekerja secara full time sebagai driver transportasi online.

Perusahaan pembiayaan dan perusahaan multi finance mulai kebanjiran pesanan untuk kendaraan baru roda 2 dan roda 4 dari para calon pengemudi transportasi online. Meskipun untuk hal ini dibutuhkan persyaratan yang tidak mudah dan uang muka (down payment) yang jumlahnya tidak kecil.

Tapi ternyata bak kata pepatah "Langit Tak Selamanya Biru". Perlahan namun pasti, kesulitan dan himpitan ekonomi mulai melanda para pengemudi transportasi online. Bonus serta insentif dari pihak aplikator yang awalnya bisa jadi tumpuan untuk menghidupi keluarga serta membayar cicilan kendaraan saat ini hanya cukup untuk membeli bahan bakar dan biaya operasional. Belum lagi intimidasi dari pihak yang merasa dirugikan dengan hadirnya tranportasi berbasis online ini. Bahkan telah banyak terjadi kasus perampokan serta pembunuhan yang menimpa para pengemudi transportasi online. Tidak sedikit diantara mereka yang harus meregang nyawa di jalanan, meninggalkan istri menjadi janda tanpa penghasilan dan meninggalkan anak sebagai yatim piatu tanpa orang tua yang menjadi tulang pungung keluarga.

Padahal para pengemudi transportasi online telah banyak memberikan keuntungan kepada lapisan masyarakat. Membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran (meskipun bukan pekerja formal), memudahkan mobilitas bagi masyarakat, menaikkan angka penjualan dealer mobil dan dealer sepeda motor dan masih banyak lagi.

Melalui petisi ini, mari kita dukung para pejuang jalanan ini untuk hidup layak.

Tuntutan mereka tidak banyak, yaitu :

BERIKAN PENGHASILAN YANG MANUSIAWI

AKTIFKAN KEMBALI PARA DRIVER YANG TELAH DIKENAKAN PUTUS MITRA SECARA SEPIHAK

BERANTAS PARA PEMBUAT ORDER FIKTIF



Hari ini: Suwardi mengandalkanmu

Suwardi Suwardi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "CEO PT Gojek Indonesia, Nadiem Makarim: TRAGIS...KONDISI DRIVER ONLINE YANG KIAN HARI SEMAKIN MEMPRIHATINKAN". Bergabunglah dengan Suwardi dan 261 pendukung lainnya hari ini.