"Manusiakan" Ribuan Guru Tidak Tetap

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saya, dan mungkin ribuan rekan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Lamongan, bahkan mungkin di seluruh Indonesia, berharap kepedulian dari dinas terkait pemangku kepentingan.

Saya, seorang GTT di SDN Soko III Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, mulai aktif mengajar tahun 2007 dan masih aktif sampai sekarang.

Bahkan, juga ada GTT yang masa pengabdiannya terhitung lebih lama dari pada saya, ada yang terhitung mulai tahun 2003, 2002, bahkan 2001. Dengan pengabdian selama itu, apa perhatian dinas/ pemerintah setempat ??

Contoh, di SD saya, Guru PNS 2 orang dan GTT 8 orang. Artinya, proses belajar mengajar sangat tergantung kepada GTT. Akan tetapi dari dulu sampai sekarang, kami hanya mendapat honorarium dibawah angka 500ribu saja per bulan. Sangat jauh dari tugas kami yang harus aktif mengajar selama seminggu.

Terkait dengan tugas tambahan, sebagian besar GTT mendapat mendapat tugas tambahan, namun tidak dengan HONOR tambahan. Ibaratnya, Kerjaan Jendral, Gaji Kopral.

Bahkan, diantara ribuan GTT yang ada di Lamongan, mungkin hanya ada puluhan saja yang mendapat tunjangan fungsional dari pemerintah pusat. Belum semua mendapat hak tunjangan fungsional tersebut.

Oase bagi kami, di tahun lalu, kami mendapat insentif dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, sejumlah Rp. 82.000,- per bulan, kami terima per 6 bulan sejumlah Rp. 492.000. Dan kabarnya, tahun ini akan naik. Namun, yang membuat kami miris, info dari beberapa teman di Kabupaten Tetangga, mereka menerima jauh lebih besar dari yang kami terima. Bahkan, di Kabupaten tetangga, seperti Tuban, Probolinggo, dan Surabaya, sudah diterbitkan SK Bupati/Walikota tentang PENGANGKATAN GTT, sementara di Kabupaten kami, BELUM.

Maka, kami menuntut agar :

1. Manusiakanlah kami sebagai manusia. GTT juga berhak menuntut Gaji, minimal 50% dari UMK. Menuntut untuk terbitnya SK Pangangkatan, bukan SK Penugasan. SK Pengangkatan penting bagi GTT yang belum memiliki NUPTK.

2. Manusiakan kami sebagai manusia. Secara bertahap, dan berbasis masa kerja, perhatikanlah nasib kami. Jika pemerinntah memutuskan membuka pendaftaran CPNS, maka paling tidak dengan komposisi umum-GTT, apakah 60-40 atau 70-30 atau berapapun komposisi itu ditetapkan, agar kami yang sudah mengabdi bertahun-tahun dapat terakomodir dalam pengangkatan CPNS.

3. Manusiakan kami sebagai manusia. Jika para guru PNS di sekolag kami mendapat Gaji ke-13 bahkan ke-14, lalu mengapa seolah pemerintah pusat/ daerah tidak memberikan hak yang sama kepada kami para GTT, meskipun dengan jumlah yang berbeda. Kami akan sangat merasa berterima kasih.

 

 



Hari ini: Susilo mengandalkanmu

Susilo Pramono membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bupati/ Walikota/ Dinas Pendidikan/ Instansi Terkait: "Manusiakan" Ribuan Guru Tidak Tetap". Bergabunglah dengan Susilo dan 84 pendukung lainnya hari ini.