GANTI CAMAT TUALANG, KAMI BUTUH PEMIMPIN BARU & HARAPAN BARU

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sebelumnya telah dilakukan dengar pendapat atau hearing bersama Komisi IV DPRD Siak dan Disnaker Siak dengan PT Truba Jaga Cita mengenai penempatan tenaga kerja lokal di daerah Kecamatan Tualang.

Hearing atau dengar pendapat tersebut memanggil pihak perusahaan, dengan menghadirkan langsung Organisasi Pemuda atau Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Tualang, Senin (1/7/2019) lalu.

Dimana notulen hasil hearing yang dilaksanakan di Gedung Panglima Ghimbam DPRD Kabupaten Siak, adapun kesepakatan yang dilakukan dari hasil heaering tersebut, di antaranya yakni, ‘Perlunya keterbukaan komunikasi dan informasi tentang rekrutmen yang di adakan oleh PT Truba Jaga Cita, untuk mengisi lowongan kerja bagi masyarakat tempatan (lokal)’.

Dengar pendapat atau hearing saat itu, juga dihadiri langsung oleh perwakilan dari perusahaan (PT TJC) Wilayah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak Trisge.

Dengan demikian, dari hasil hearing tersebut hingga saat ini, PK-KNPI Tualang belum mendapatkan hasil keputusan atau keterbukaan terkait rekrutmen oleh PT Truba Jaga Cita. Terkesan PT TJC, justru tidak perduli dengan keberadaan tenaga kerja lokal, khususnya di Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

Meski sebelumnya telah dilakukan hearing bersama PT TJC, justru PT Truba tidak mengindahkan point-point penting didalam perekrutan tenaga kerja sesuai Perda Siak Nomor 11 Tahun 2001.

“Hingga telah dilaksanakanya hearing, namun PT Truba sepertinya tetap tidak transparan, dan tidak mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai Perda Siak. Kita (KNPI) Tualang minta keseriusan dari pemerintah dan DPRD Siak (Komisi IV), mengenai penerimaan tenaga kerja lokal, serta penegakan Perda tersebut.

PK-KNPI Tualang menilai (menduga), hingga saat ini sepertinya Pemerintah Kabupaten Siak atau dinas terkait, tidak serius dalam hal menanggapi persoalan maupun mengatasi apa yang menjadi keluhan dari masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal di Kecamatan Tualang.

“Sebab, hingga saat ini, kita menduga Pemerintah Kabupaten Siak tidak serius menangani maupun menanggapi persoalan maupun keluhan dari masyarakat, khususnya kawan-kawan pemuda mengenai perekrutan tenaga kerja oleh PT Truba Jaga Cita (TJC),” imbuh dia.

Sebab, perusahaan (PT TJC) saat ini masih tidak mengindahkan Perda Siak tersebut, dan tidak seriusnya pemerintah dalam hal menangani persoalan ini, dengan demikian kami atas nama PK-KNPI Tualang akan segera menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Tualang Rabu, 21 Agustus 2019.

Masyarakat Kecamatan Tualang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), PK KNPI dan Organisasi Masyarakat Tualang, Barisan Pemuda Tualang (BMT), menggelar aksi unjuk rasa mendesak Camat Tualang Zalik Efendi menyepakati kerja sama antara masyarakat dengan Pemerintah Kecamatan Tualang.

Dalam tuntutan masyarakat Tualang tersebut, untuk diberikan ruang pekerjaan kepada masyarakat setempat di Perusahaan yang ada di Kota Indusri itu, Rabu (21/08/2019), di halaman Perkantoran Pemerintah Kecamatan Tualang.

Dalam orasinya, Kordinator Aksi Ika Rahman, meminta kepada Camat Tualang, agar menanda tangani perjanjian tertulis yang dibuat oleh masyarakat dan Organisasi yang ada di Tualang tersebut.

"Pak Camat kami ingin bekerja di perusahaan yang ada di Tualang ini, kami ini penduduk Kabupaten Siak, ber KTP Tualang, makanya kami kesini untuk menjumpai bapak agar keinginan kami bisa disepakati, kalau bapak setuju dengan perjanjian yang kami buat, tolong tanda tangani perjanjian ini," sebut Ika selaku pimpinan orasi, dengan memperlihatkan sepucuk kertas kepada camat Tualang itu.

Dikatakan Ketua KNPI Tualang itu, selama ini yang bekerja di perusahaan yang ada di Kecamatan Tualang kebanyakan di ambil dari luar masyarakat Tualang, bahkan ada yang dari titipan beberapa anggota DPRD, Pejabat, dan orang-orang yang berpengaruh di kota industri tersebut.

"Kami tak mau janji-janji lagi pak Camat, kami tak percaya lagi sama omongan anggota DPRD yang sudah kami pilih, yang kami inginkan dukungan dan kepastian langsung dari Pak Camat, agar masyarakat Tualang yang banyak membutuhkan pekerjaan bisa bekerja ditempatnya tinggal, maka dengan itu tolong ditanda tangani perjanjian ini bukti pak camat bersama dengan masyarakat Tualang," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Tualang Zalik Efendi menolak untuk menanda tangani perjanjian tertulis yang dibuat oleh masyarakat, organisasi KNPI, maupun LSM Tualang, dan Barisan Muda Tualang.

Menurutnya, dalam surat tersebut ada beberapa organisasi yang dicantumkan namanya, tapi dalam orasi tersebut, organisasi itu tidak ada.

"Mohon maaf, saya belum bisa menanda tangani perjanjian ini, karena organisasi yang disebutkan dalam perjanjian tidak ada, saya mendukung masyarakat Tualang dengan keinginan yang diinginkan oleh masyarakat, tetapi saat ini, saya belum bisa tanda tangan perjanjian yang diinginkan Pemuda KNPI. Saya mengajak agar organisasi yang ada dikesepakatan ini bisa sama-sama hadir, setelah itu baru saya tanda tangani," sebutnya.

Mendengar jawaban dari Camat Tualang, Pemuda KNPI dan masyarakat Tualang kesal dengan sikap dan tanggapan Camat itu.

"Ok, kalau begitu keputusan pak camat, kami akan mengundurkan diri, tapi ingat, selanjutnya kami dari KNPI dan masyarakat Tualang akan membawa massa yang lebih banyak lagi. Dengan sikap Camat Tualang seperti ini, kami masyarakat Tualang meminta Camat Tualang agar di ganti.

 

TTD

PEMUDA LOKAL DAERAH yang Ingin Bekerja