JAGA BAWEAN DARI WABAH COVID-19 HENTIKAN OPERASIONAL KAPAL PENUMPANG SEKARANG JUGA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Petisi Ini Ditujukan Kepada:

  1. Gubernur Jawa Timur
  2. Bupati Kabupaten Gresik
  3. Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik

Merujuk data jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Jumat, 27 Maret 2020 masih menunjukkan tingginya angka penambahan pasien baru. Lonjakan kembali terjadi pada data kasus positif Covid-19 maupun kematian akibat virus corona. 

Dimana ada tambahan 153 kasus baru pada hari Jumat, 27 Maret 2020.  Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat dari 893 menjadi 1.046 pasien per 27 Maret 2020. 

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik pada hari Jumat, 27 Maret 2020 yaitu 90 ODP (Orang Dalam Pemantauan), 22 PPD (Pasien Dalam Pengawasan), dan 1 kasus terkonfirmasi positif Corona. Kabupaten Gresik zona merah Covid-19. 

Sedangkan peta sebaran Covid-19 di Pulau Bawean pada hari Jumat, 27 Maret 2020 yaitu terdapat 12 ODP (Orang Dalam Pemantauan),  yang tersebar di dua Kecamatan di Pulau Bawean, yaitu 8 ODP di Kecamatan Tambak dan 4 ODP di Kecamatan Sangkapura.

Mengingat masifnya sebaran virus Covid-19 dan mobilitas masyarakat Bawean yang cukup tinggi, apalagi saat pelajar diliburkan dan pekerja bekerja dari rumah. Masyarakat Bawean yang tinggal di luar Bawean mulai pulang kampung. Kondisi ini sangat tragis untuk pulau kecil yang minim tenaga kesehatan dan APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis. 

Pada tanggal 26 Maret 2020, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik mengeluarkan surat dengan nomer: 552/158/437.55/2020 tentang pengurangan jadwal pelayanan penyeberangan lintas Gresik-Bawean. Langka ini dipilih sebagai antisipasi penyebaran wabah covid-19 di Pulau Bawean. 

Kebijakan pengurangan jadwal penyeberangan kapal penumpang ini tidak efektif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Pulau Bawean, karena masih terjadi lonjakan penumpang yang justru mengabaikan social distancing, tidak adanya batas minimal antar penumpanng di dalam kapal dan mayoritas penumpang berasal dari kawasan zona merah Covid-19. 

Adapun data penumpang kapal ke Bawean pada hari Sabtu, 28 Maret 2020 yaitu Natuna Express membawa 177 penumpang dan KMP Gili Iyang membawa 196 penumpang.  Jadi ada 373 orang yang hari ini tiba di Pulau Bawean. 

Jika diantara 373 orang tersebut ada yang carrier Covid-19, apa yang akan terjadi di Pulau Bawean? Pulau kecil yang minim tenaga medis dan alat pelindung diri para tenaga medis. Apalagi saat ini sudah ada 12 ODP di Pulau Bawean.  Yang mungkin saja ODP tersebut tidak mengikuti anjuran tenaga medis untuk melakukan isolasi mandiri. Tenaga medis di Bawean saat mendatangi OPD hanya menggunakan jas hujan karena keterbatasan alat pelindung diri  yang dimiliki mereka.

Masyarakat Bawean tidak boleh bersantai karena sampai saat ini belum ada satu pun yang dinyatakan positif Covid-19. Bukankah sampai saat ini di Indonesia data PDP yang meninggal cukup besar, sebelum hasil tes swab mereka keluar dan dinyatakan positif?

Merujuk data diatas dan aspirasi warga Bawean melalui akun media sosial Bawean Tourism, maka saya membuat petisi ini dengan tuntutan sebagai berikut:

  1. Hentikan sementara pengoperasian  kapal penumpang ke Pulau Bawean selama 3 (tiga) minggu 
  2. Lakukan tracking pada pendatang yang terlanjur tiba di Bawean
  3. Kirim ADP (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis di Pulau Bawean

Pembuat Petisi:

Nama : Musyayana (Direktur Bawean Tourism)

Telp : 0811883367

Email : yana@baweantourism.com