Buat Perda Pelarangan Plastik Sekali Pakai Di Gresik #GresikTolakPlastikSekaliPakai

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Pengelolaan sampah Amburadul Gresik dibanjiri sampah Plastik. Tumpukan sampah sangat mudah ditemukan di Wilayah Kabupaten Gresik terutama  Di kawasan Gresik Selatan (Wringinanom, Driyorejo, Menganti dan Kedamean) tumpukan sampah jamak terlihat di tepi jalan, lahan terbuka, rawa-rawa dan menutupi permukaan sungai. Sampah ini didominasi plastik (47% popok 55% bahan pembuat popok adalah plastik, 12% sachet plastik, 11% styrofoam, dan 10% kresek). Sampah yang teronggok ini seringkali dibakar dan sebagian besar dibuang ke aliran sungai.

Fakta ini dipicu oleh Pelayanan sampah di Gresik tergolong Buruk (69% responden  menyatakan pengelolaan sampah Gresik  buruk) Faktanya Pemkab Gresik hanya mampu melayani 30% jumlah penduduk. Pemkab tidak memiliki fasilitas pengolahan sampah yang memadai dan sarana transportasi yang minim, ditambah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah (indeks perilaku ramah lingkungan yang rendah yaitu 5,6 dari range 1-10) dan perilaku konsumtif yang serba instan mendorong masyarakat menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari seperti tas kresek, sedotan,styrofoam, botol air mineral dan bungkus plastik sekali pakai.

Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai oleh lingkungan, jika plastik dibuang sembarangan ke lingkungan, tentu dapat berdampak kerusakan bagi lingkungan hidup. Pembakaran plastik akan menghasilkan senyawa dioksin yang bersifat karsinogen dan penguraian plastik di alam akan menghasilkan mikroplastik, serpihan plastik berukuran < 5mm yang bisa masuk dalam tubuh manusia. Untuk meminimalkan dampak kerusakan lingkungan dan ancaman kesehatan penggunaan plastik sekali pakai harus dikurangi sebagai langkah awal menuju zero waste city.

River Warrior Indonesia (Rewind) adalah kelompok remaja 12-19 tahun yang ingin mewujudkan Kabupaten Gresik yang bebas dari plastik. Untuk mencapainya, Rewind mendorong Pemkab Gresik untuk membuat PERDA pelarangan penggunaan plastik sekali pakai jenis kresek, sedotan plastik, dan styrofoam di Kabupaten Gresik.

Banyak wilayah di Indonesia yang sudah memiliki peraturan pelarangan plastik sekali pakai, seperti Bali, Jakarta, Balikpapan, Banjarmasin, dan Bogor. Maka, Pemkab Gresik harus bisa melarang plastik sekali pakai sebagai bentuk kontribusi mengurangi polusi plastik di Indonesia.

Bantu Rewind mewujudkan Kabupaten Gresik yang bebas dari Plastik dengan menanda tangani petisi ini!