Warga Cibadak, Parungkuda dan Cicurug Mendukung transportasi berbasis online tetap ada.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Semoga petisi tentang OJEK ONLINE (Khususnya Wilayah Cibadak) ini bisa sampai kepada Bupati dan Dishub kabupaten Sukabumi. 

Di sini saya meminta kesediaan sodara-sodara untuk mengisi dengan menandatangani petisi ini..

Petisi ini di buat untuk membenarkan apa yang sekiranya salah, bukan untuk merugikan atau menguntungkan salah satu pihak.

Alasan petisi ini di buat adalah :

Diberlakukan peraturan yang melarang transportasi online di wilayah cibadak oleh pihak ojek pangkalan/konvensional. 

Transportasi ojek Pangkalan/konvensional seharusnya bisa bersaing secara kompetitif, sportif, maupun adil. Bukan dengan melakukan pelarangan ,sweeping atau yang sejenisnya.
Kalau merasa tersaingi, sebenarnya hal yang dapat di lakukan adalah mencoba bagaimana agar para penumpang mau naik transportasi ojek pangkalan.
Bukan berarti ketika ojek online mendapatkan penumpang atau customer, para ojek pangkalan berpikiran bahwa pelanggannya telah di ambil atau berpindah kepada ojek online.
Kita sebagai penumpang bakal memilih mana yang aman buat diri kita pribadi dalam hal segi keselamatan dan kenyamanan.
 

Ada kelebihan dan juga kelemahan di setiap transportasi baik online maupun bukan online :

Kelebihan Ojek Pangkalan/konvensinal:
Selalu stay dan bisa di temukan dimana-mana.
Jumlahnya  banyak.
 

Kekurangan ojek pangkalan :
Tarif Tidak Pasti terkadang terlalalu mahal. 
Hanya menunggu order saja baru turun ke lapangan.

Kelebihan transportasi online
Tarif sudah jelas atau sudah di tentukan.
Lebih aman dan terpecaya.
Mengikuti rambu-rambu yang ada.
Bisa melakukan apa yang tidak bisa di lakukan oleh ojek online


Jadi intinya adalah :

Para driver transportasi ojek pangkalan/konvensional jangan  melakukan pelarangan begitu saja, dengan memberlakukan aturan yang merugikan sebelah pihak, melainkan berkompetisi secara sportif bagaimana menarik pelanggan yang baik. Bisa dengan pelayanan yang ramah, mengikuti rambu, dsb. Jika itu di lakukan, ada kemungkinan para penumpang menggunakan transportasi ojek pangkalan. 

Tetapi setelah adanya aturan pelarangan mengambil penumpang. para penumpang terpakasa tidak dapat menggunakan jasa transportasi online. 

Jika seperti ini terus, di lain sisi pengemudi ojek online merasa terkurung dan tidak dapat melakukan tugasnya.

Pengemudi ojek online mencari nafkah buat keluarganya,  ada juga yang masih mahasiswa, mereka menjadi pengemudi ojek online guna menambah biaya pendidikannya. Namun jika seperti ini, mereka mendapatkan biaya tambahan pendidikannya dari mana? Ada juga pengemudi yang sudah lanjut usia tetapi masih ada semangat dan mau bekerja guna memenuhi kebutuhannya.

Bagi yang setuju, bisa mendatatangani petisi ini. Dan semoga petisi ini di baca juga oleh Pak Bupati dan dishub kabupaten sukabumi.