Petisi ditutup

Transparansi Pembangunan Disneyland Boyolali

Petisi ini mencapai 203 pendukung


"Boyolali, Pro Investasi." merupakan Visi Seno-Said pada pemilu tah UIun 2015. Meskipun saya sendiri heran mengenai visi ini (karena pro investasi lebih terlihat sebagai sebuah tool, bukan goal). 

Hingga saat ini, dalam periodenya yang kedua, Seno-Said berjanji akan membangun banyak hal. Sebut saja Mal Terbesar se-Asia Tenggara, Kereta Gantung Merapi-Merbabu  dan kini ia memiliki ambisi untuk membangun Disneyland di Boyolali yang kami masih tak jelas ini untuk siapa keberpihakannya? Investor atau rakyat lokal? Tolong buktikan.

Ada apa sebenarnya?

Pertama, mari kita lihat beberapa kondisi di Boyolali terlebih dahulu.

1. Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Hanik Qoyimah, menyebutkan bentuk perhatian pada kalangan PKMS salah satunya dengan dialokasikan anggaran Rp 598,8 juta tahun ini.

2. Sedikitnya 270 rumah atau hampir 30% dari total 790 rumah di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Boyolali, masuk kategori tak layak huni. Rumah-rumah tersebut hanya berlantai tanah, berdinding gedek, serta tak dilengkapi sanitasi sehat.

3. Meski sudah dicanangkan sebagai kabupaten layak anak, kasus kekerasan terhadap anak-anak, terutama kekerasan seksual yang masih terus terjadi di Boyolali. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Anak (DPPKAB) Boyolali mencatat sudah ada 21 kasus kekerasan terhadap anak.

4. Pengelola TK Pertiwi 2 Dukuh Ngepreh 02/04 Dibal, Ngemplak, Boyolali mengharapkan uluran tangan dari dermawan atau donatur guna membantu pengembangan pendidikan di pendidikan anak usia dini tersebut. TK yang mendidik sekitar 60-an siswa dari warga sekitar tak memilik dana untuk memasang instalasi listrik sendiri. Tak hanya itu, tempat pendidikan ini juga butuh fasilitas belajar dan bermain yang layak bagi siswa.

5. Sebanyak 20%, atau tujuh dari 35 perempuan dari sejumlah desa di Kecamatan Musuk Boyolali terkena kanker leher Rahim. Demikian dilansir Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM) seusai melakukan pemeriksaan 35 perempuan dari sejumlah desa di Puskemas Musuk, Jumat (17/2/2017) lalu.

6. Angka kematian ibu (AKI) selama proses kehamilan dan persalinan mengalami tren peningkatan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan, pada tahun 2014 tercatat jumlah AKI sebanyak 17 kasus dan meningkat menjadi 21 kasus pada 2015. Sedangkan pada tahun 2016 hingga bulan Juni telah terjadi 10 kasus.

7. Harga komoditas sayuran jenis cabai di pasar tradisional Boyolali sudah menembus Rp 160.000 per kilogram. Kenaikan disebut akibat dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan produksi menurun. Yuni (40) salah satu pedagang di Pasar Kota Boyolali, Rabu (8/2), mengatakan, harga cabai rawit merah di Pasar Kota Boyolali yang sempat turun hingga Rp 90 ribu per kilogram, kini kembali melonjak hingga Rp 160 ribu per kilogram.

8. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali masuk peringkat kesembilan penularan HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Jateng. Pekerjaan sopir masuk risiko tinggi paling rawan tertular penyakit mematikan tersebut.

Kabarnya macam-macam kan? Memang, dari segi ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya Kabupaten Boyolali memiliki PR yang besar. Tidak berniat menyalahkan siapapun, melainkan mengajak kita semua kembali merenung dan berpikir, ketika kabupaten kecil ini masih memiliki segudang masalah di bagian pondasinya, apakah sudah layak untuk segera membangun atap?

Lalu apa yang akan dilakukan Pemerintah?

Membangun Disneyland dengan investasi sekitar 5-6 triliun rupiah. Oh iya, sekadar informasi bahwa dikutip Solopos.com dari laman resmi Disneyland, harga tiket masuk ke wahana wisata Disneyland Tokyo sebesar 7.400 Yen setara Rp905.179 untuk orang dewasa saat akhir pekan. Sementara harga tiket masuk ke Disneyland Hong Kong sebesar HK$593 setara Rp921.511. Sedangkan, Upah Minimum Regional di Kabupaten Boyolali sendiri ialah Rp 1.519.289,00. Apakah warga Boyolali siap menyisihkan sekitar 70% dari gajinya dalam satu bulan untuk mengunjungi Disneyland di kotanya dalam kurang dari 24 jam? Saya tak tahu, silakan pikirkan sendiri.

Namun, kira-kira kenapa sih pihak mereka mau-maunya mendirikan Disneyland mereka di kabupaten yang terletak di dua lereng gunung ini? Berdasarkan analisis jawaban dari Pak Bupati sih karena murahnya biaya tenaga kerja dan amannya iklim investasi dan politik. Wajar, dua tahun terakhir, tren penanaman modal asing (PMA) di Boyolali mencatatkan peningkatan. Pada 2015 dan 2016, nilai investasi PMA yang masuk mencapai Rp 117 miliar dan Rp 300 miliar. Selamat ya, wahai tenaga kerja Boyolali!


Eh, mau memberi tahu saja nih, terkait aman politik di atas, tentang sebuah berita bahwa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan ketidaknetralan pegawai negeri sipil (PNS) di Boyolali masuk nomor satu di Indonesia. Hal itu diperkuat dengan maraknya laporan PNS terindikasi tidak netral di pilkada Boyolali yang dilaporkan ke Panwaslu (tahun 2015). Think about it!

Tak tanggung-tanggung, demi menjawab ambisi tersebut, Pemkab Boyolali telah menyiapkan tim konsultan yang akan merevisi Perda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW). Revisi tersebut dimaksudkan agar iklim investasi di Kabupaten Susu kian menarik dan mudah, salah satunya terkait rencana pembangunan Taman Wisata Disneyland Asia Tenggara. Kepala Bappeda Boyolali, Nur Khamdani, mengatakan semangat utama dalam merevisi Perda RTRW adalah agar Boyolali menjadi wilayah yang paling ramah bagi investor. Itulah sebabnya, Pemkab akan melakukan revisi Perda RTRW untuk mendukung visi misi Bupati mewujudkan kabupaten ramah investasi.

Lantas, maunya bagaimana?

Saya, Angga Fauzan, bukan berniat melarang atau menyetujui, mengkritik atau memberi saran, bukan. Melainkan sekadar meminta transparansi akan semua rencana pembangunan di kabupaten asal saya tersebut. Untuk siapa, mengapa, bagaimana, kapan, di mana, dan apa sebenarnya yang ingin dibangun? Setidaknya, para bapak-ibu pemegang kekuasan di Boyolali tolonglah paparkan kepada rakyat boyolali secara runtut sesuai dengan skema Wheelen and Hunger's Strategic Management Model. Nih wujudnya : http://www.kvimis.co.in/sites/kvimis.co.in/files/ebook_attachments/Thomas%20L.%20Wheelen,%20Strategic%20Management.pdf

Karena mau bagaimanapun, saya nggak terima bahwa tanah kelahiran saya diobrak-abrik oleh siapapun itu.

 Terimakasih

 

 

“Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

 

Sumber: 


1.    http://www.solopos.com/2016/09/02/ini-5-proyek-ambisius-bupati-boyolali-seno-samodro-749777

2.    http://www.solopos.com/2017/04/14/september-2017-disneyland-dibangun-di-boyolali-809735

3.    https://joglosemar.co/2017/01/rp-5988-juta-tangani-kemiskinan-boyolali.html

4.    http://www.solopos.com/2016/12/23/kemiskinan-boyolali-30-rumah-di-desa-bendo-tak-layak-huni-778842

5.    https://joglosemar.co/2017/03/katanya-kota-layak-anak-21-kasus-kekerasan-terhadap-anak-malah-terjadi-boyolali.html

6.    http://berita.suaramerdeka.com/tak-kuat-pasang-listrik-tk-pertiwi-2-butuh-uluran-tangan/

7.    http://www.solopos.com/2017/02/20/kesehatan-boyolali-20-perempuan-di-musuk-terkena-kanker-leher-rahim-794433

8.    http://krjogja.com/web/news/read/4868/Angka_Kematian_Ibu_Hamil_di_Boyolali_Meningkat

9.    http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/02/08/ol244r284-harga-cabai-di-boyolali-tembus-rp-160-ribu-per-kilogram

10. http://www.solopos.com/2015/12/23/hivaids-boyolali-masuk-peringkat-9-penularan-hivaids-se-jateng-673890

11. http://www.jatengpos.com/2017/04/di-hong-kong-tokyo-nyaris-rp1-juta-berapa-tiket-masuk-disneyland-boyolali-809961

12. https://www.gajiumr.com/gaji-umr-jawa-tengah/

13. http://www.solopos.com/2017/04/14/september-2017-disneyland-dibangun-di-boyolali-809735

14. http://www.solopos.com/2017/04/15/investasi-boyolali-disneyland-akan-dibangun-pemkab-siap-revisi-perda-rtrw-809797

15. http://www.solopos.com/2015/12/09/pilkada-boyolali-bawaslu-ketidaknetralan-pns-boyolali-nomor-1-di-indonesia-669108



Hari ini: Angga mengandalkanmu

Angga Fauzan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bupati Boyolali: Transparansi Pembangunan Disneyland Boyolali". Bergabunglah dengan Angga dan 202 pendukung lainnya hari ini.