Selamatkan Banyuwangi dari Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Melansir data dari www.Covid-19.go.id per tanggal 28 Maret 2020 terdapat 1.155 Kasus positif infeksi Covid-19 di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 102 kasus dan jumlah pasien sembuh sebanyak 59 orang. Dengan begitu Case Fatality Rate (CFR) Indonesia 8,83% berada pada peringkat 2 Dunia setelah Italy.
Sedangkan penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur per tanggal 28 Maret 2020 terdapat 77 Kasus positif infeksi Covid-19, 4.568 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 307 Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Serta di Banyuwangi sendiri hingga saat ini terdapat 179 ODP dan 1 PDP.

Melihat dari peta persebaran Covid-19 di jawa timur saat ini, Banyuwangi telah dikelilingi oleh daerah yang terdapat kasus positif infeksi Covid-19 seperti Jember, Situbondo, dan Bali. Apabila tidak ada tindakan dari pemerintah kabupaten Banyuwangi maka hanya tinggal menunggu hitungan hari saja agar Banyuwangi terinfeksi Covid-19 ini karena bebasnya akses ke Banyuwangi.

Seharusnya kita semua bisa berkaca dari telatnya kebijakan pemerintah pusat untuk mengantisipasi pandemic ini. Bisa dilihat dari perkembangan di dunia bahwa solusi akhir yang paling efektif ketika wabah sudah menyebar luas adalah sistem lockdown seperti yang sudah dilakukan beberapa negara lain. Jika pada akhirnya tetap diberlakukan lockdown mengapa tidak dilakukan lebih awal untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Bayangkan apabila pemerintah kabupaten Banyuwangi telat mengidentifikasi/mengantisipasi hal ini dan mengakibatkan meluasnya infeksi Covid-19 di Banyuwangi. Bagaimana kesiapan Fasilitas dan tenaga medis Banyuwangi dapat mengatasi ini ?

Jika memungkinkan, alihkan APBD Banyuwangi tahun 2020 untuk kejadian luar biasa ini. mengalihkan sebagian dana untuk pencegahan akan lebih hemat daripada besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk mengobati apabila sudah terlambat.

Pembangunan pasti akan berlanjut tahun depan, ekonomi pasti akan pulih seiringnya waktu, namun ketika nyawa yang menjadi korban, selamanya tidak akan bisa dikembalikan.

Bukankah jaminan rasa aman bagi masyarakat menjadi salah satu poin penting dalam bernegara ?
Apabila Banyuwangi berhasil steril dari Covid-19 maka masyarakat tak perlu khawatir untuk melanjutkan aktifitas sehari-hari. Sholat berjamaah di masjid, Pendidikan di sekolah, pekerjaan dikantor, perdagangan di pasar, semua akan baik-baik saja selama pemerintah berhasil menjalankan prosedur masuk dan keluarnya orang ke Banyuwangi dengan ketat.

Mari Bantu Menandatangani petisi ini dengan tuntutan sebagai berikut :

1. Apabila pemkab sudah yakin bahwa Banyuwangi masih terbebas dari kasus Covid-19 maka segera lakukan karantina wilayah, Tutup Pelabuhan Ketapang dan Batasi akes masuk di perbatasan.
2. Jika pemkab masih belum yakin bahwa Banyuwangi terbebas dari Covid-19 maka lakukan lockdown selama minimal 14 hari untuk memberikan waktu dan memudahkan tenaga medis Banyuwangi mengidentifikasi perkembangan Covid-19 di Banyuwangi.
3. Alihkan sebagian APBD Banyuwangi tahun 2020 untuk menyediakan kebutuhkan pokok masyarakat miskin di Banyuwangi jika memungkinkan untuk dilakukan.
4. Buat Peraturan ketat mengenai (self-isolation) atau isolasi mandiri selama proses lockdown dilakukan.
5. Buat rencana mitigasi dan rencana strategis penanganan pasien suspect dan positif Covid-19 berkatian dengan Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan primer di Banyuwangi.