Victory
Petitioning Bumitama

Pull Back the Excavators from Tumbang Koling

Bumitama, a Singapore-based palm oil company, had bulldozed the forested area that was a habitat for orangutans and many protected species, such as sun bears (Helarctos malayanus), gibbons (Hylobates sp) and slow lorises (Nycticebus coucang) in Tumbang Koling village, Central Kalimantan. Eight (8) excavators in the Bumitama camp are ready to operate again, continuing to clear the forest.

This company also becomes a threat to the ecotourism at Tanjung Puting National Park as orangutans’ natural habitat. Sekonyer villagers who live near by the park rely on orangutan tour as one of their incomes. Thus, it will result bad impact to the ecotourism along with forest destruction and lead to the extinction of orangutans.

On 29 April 2008, the Central Kalimantan Natural Resources Conservation Center confiscated 1 (one) young orangutan from a pest control officer of PT Nabatindo Karya Utama, a subsidiary company of Bumitama. On July 3rd, 2012 the local community burned that forested area to be converted as plasma plantation of PT Nabatindo Karya Utama. Approximately, 125 hectares of the forested area had been damaged.

As the member of RSPO, Bumitama should not endanger the lives of orangutans and other animals. Bumitama should pull back the excavator from Tumbang Koling and Sekonyer!

---

Bumitama, perusahaan asal Singapura, telah membuldoser kawasan berhutan yang menjadi habitat orangutan dan beragam jenis mamalia dilindungi seperti beruang (Helarctos malayanus), owa (Hylobates sp) dan kukang (Nycticebus coucang) di Desa Tumbang Koling, Kalimantan Tengah. Delapan (8) excavator masih berada di camp Bumitama, dan siap kembali membuldozer hutan.

Bumitama juga sedang mengancam ekowisata di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi habitat orangutan. Masyarakat Desa Sekonyer banyak yang mengandalkan hidupnya dari ekowisata menyaksikan orangutan. Ekowisata tersebut akan hancur seiring dengan hancurnya hutan dan musnahnya orangutan.

Pada 29 April 2008, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah menyita 1 (satu) anak orangutan dari petugas pembasmi hama PT. Nabantindo Karya Utama, anak perusahaan dari Bumitama. Pada tanggal 3 Juli 2012 masyarakat setempat membakar sebagian kawasan berhutan tersebut dengan tujuan untuk dijadikan kebun plasma PT. Nabatindo Karya Utama. Diperkirakan 125 hektar kawasan berhutan itu telah rusak.

Sebagai anggota RSPO, Bumitama seharusnya tidak membahayakan kehidupan orangutan dan satwa lainnya. Bumitama harus menarik excavator mereka dari Tumbang Koling dan Sekonyer!

Letter to
Bumitama
We want you to pull back the excavators from Tumbang Koling and Sekonyer in Central Kalimantan. Your land clearing activity will cause orangutans and other animals homeless. And the people who live in Sekonyer village to be jobless.