Bubarkan / Evaluasi FIF !!!, Majukan Pegadaian dan BUMN !!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


PT Federal International Finance (FIF) dan atau perusahaan pembiayan sejenis dalam praktiknya banyak yang sangat tidak adil, karena selalu memelihara debt colector yang pelaksanaannya di lapangan tidak sesuai dengan
1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA yang mengamanatkan KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.
2. Perjanjian yang TIDAK menguntungkan kedua belah pihak 
3. Dan hal-hal yang  akan kami update kemudian sampai pemerintah mengevaluasi perusahaan ini dan atau memberikan solusi/perlindungan terhadap rakyat yang membutuhkan keadilan.

Dalam praktiknya, sebagai perusahaan besar yang meraup kuntungan yang sangat besar dari jasa pembiayaan, FIF tidak transaparan dan berlaku adil kepada nasabah.

Disamping itu dari tahun ke tahun selalu ada peristiwa yang sangat merugikan masyarakat dari kebijakan dan aturan yang hanya berpihak kepada perusahaan dan atau cabang-cabangnya. 

Berita ini (Klik Disini) adalah salah satu dari sekian ketidak adilan yang menjadi contoh bahwa FIF penting untuk dievaluasi, atau jika masih ada peristiwa yang meresahkan bubarkan saja dan pemerintah harus memajukan program BUMN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk masyarakat. 

Belum lagi peristiwa-peristiwa yang menimpa rakyat yang tidak paham hukum, dan tidak menutup kemungkinan dalam masa proses pembiayaan pasti ada tempat mereka bermasalah dengan perekonomian, serta problem lain yang lumrah dialami oleh setiap manusia, tapi justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang dipelihara perusahaan terkait. 

Tentu saja problem ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memperhatikannya. Diantara hal-hal penting yang perlu diperhatikan pemerintah untuk kejahatan sistem/oknum/peraturan terkait  adalah :

1. Bunga Pembiayaan FIF dan atau perusahaan sejenis yang terlalu besar
2. Tanggung jawab FIF dan atau perusahaan sejenis yang tidak pernah memberikan update terkait arah Corporate Social Responsibility (CSR) di masing-masing daerah
3. Toleransi FIF dan atau perusahaan sejenis terhadap nasabah yang sudah mencapai harga pokok pembayaran (kredit) namun justru FIF sering terbaca seolah-olah sengaja mengganggu psikologi nasabah / debitor dalam ketidak mampuan sementaranya
4. Sikap main hakim sendiri dengan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum-oknum debt colector
5. Dan lain-lain yang tentu seharusnya berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila Ke 2 ) Pancasila, dengan bukti-bukti yang akan kami update kemudian 




Hari ini: Finance mengandalkanmu

Finance Pro Rakyat membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bubarkan FIF ..., Majukan Pegadaian dan BUMN !!!". Bergabunglah dengan Finance dan 8 pendukung lainnya hari ini.