Tolak Pelaksanaan WORLD TOBACCO ASIA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 75.000.


World Tobaco Asia atau yang disingkat WTA merupakan pameran yang bertujuan untuk memperkenalkan alat-alat produksi rokok serta inovasi-inovasi di perindustrian rokok. WTA terkhusus menyasar anak anak muda dan remaja untuk menjadi perokok baru.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2005 Tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi merokok pada populasi 10-18 tahun sebesar 9,1% mengalami peningkatan sebesar 1,9%.

World Tobacco Asia (WTA) dalam sistus resminya mencatat, Indonesia sebagai negara yang ramah rokok. Hal ini dinilai sebagai bentuk pelecehan, seakan-akan Indonesia adalah asbak dunia. Apalagi dalam situs itu, WTA mencatat Indonesia sebagai negara paling berkembang di dunia untuk industri rokok.

Indonesia berada di peringkat 5 pasar rokok dunia dengan 30 persen penduduk adalah perokok. WTA akan kembali ke Indonesia pada tahun 2019 yaitu di Surabaya.

Perlu diketahui juga bahwa di tahun 2018, Surabaya mendapat penghargaan sebagai Kota Layak Anak yang secara langsung diberikan kepada Wali Kota Surabaya oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Berdasarkan Peraturan Kemenpppa Nomor 12 Tahun 2011 mengenai Indikator Kota/Kabupaten Layak Anak, Sebuah Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), idealnya harus memenuhi semua indikator yang ditetapkan oleh Konvensi Hak Anak (KHA).

Diadakannya WTA 2019 di Surabaya ini akan berdampak kepada Penghargaan Kota Layak Anak, karena tidak dapat dipungkiri bilamana event tersebut didatangi oleh anak maka akan melanggar salah satu klaster hak anak yaitu menjadikan hal yang paling baik bagi anak sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan, program, KEGIATAN dan juga hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan anak.

Selain itu, dengan diselenggarakannya WTA, secara tidak langsung akan berdampak kepada pelaksanaan konsep Paradigma Sehat yang disusun oleh Kementerian Kesehatan. Selain di bidang kesehatan, diselenggarakannya WTA akan berdampak kepada hilangnya pekerjaan jutaan orang kehilangan pekerjaannya.

Seperti yang sudah dijelaskan pada website WTA, acara ini bertujuan untuk mengembangkan industri rokok dengan menghadirkan mesin-mesin canggih yang dapat menggantikan pekerjaan para pekerja di pabrik rokok. Dalam rentang 2006-2016, sedikitnya 3.100 pabrik tutup dan 32.000 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk itu kami dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) mengajak kalian semua untuk menolak adanya WTA di Surabaya pada tanggal 16 – 17 Oktober 2019