Selamatkan! Bayi Kita Dari Racun Bisphenol A (BPA)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 75.000.


Berbahaya! Racun BPA sudah masuk kedalam keluarga kesayangan anda walaupun dalam jumlah sedikit.

Kami mengajukan Petisi untuk memberikan Peringatan Konsumen pada Label Kemasan Galon Isi Ulang yang mengandung BPA.

Kemasan Galon Isi Ulang yang terbuat dari bahan plastik polikarbonat mengandung zat BPA berbahaya yang dapat larut dalam air, di dalam kemasan tersebut. Kemasan yang mengandung zat BPA berbahaya ini ditandai Dengan logo “Segitiga No.7”

Silahkan cek di kemasan plastik.

Kami melihat Label Peringatan konsumen ini perlu dicantumkan dalam kemasan Galon Isi Ulang BPA, untuk melindungi masa depan Bayi, Balita dan Janin yang Dikandung Ibu Hamil 

agar tidak terpapar Zat BPA yang berbahaya yang dapat mengakibatkan Terganggunya Hormonal, Perkembangan Organ tubuh dan Perilaku serta Gangguan Kanker di Kemudian Hari.

Dasar pembuatan petisi ini dilakukan dengan mencermati bahwa selama ini Indonesia telah di Nina Bobokan terhadap Bahaya BPA yang terkandung dikemasan Galon Isi Ulang Polikarbonat yang mengandung BPA, sementara Dunia Kesehatan International telah menyampaikan Paparan Bahaya BPA.

Batas ambang BPA, jangan disamaratakan bahwa semua aman. Jika untuk wadah makanan & minuman Bayi, Balita & Janin yang Dikandung Ibu hamil tidak ada kompromi untuk ambang batas! semua harus dipastikan zero!

Di Semua negara penggunaan BPA sudah dilarang termasuk Austria (2011), Belgia (2012), Swedia (2012), Prancis (2012), Canada (2012), Denmark (2013) dan tahun 2018 lembaga internasional yaitu SGS mengeluarkan kompilasi regulasi dunia pelarangan BPA yang kontak dengan kemasan pangan. 2018 Kementrian kesehatan RI mengeluarkan pedoman bimbingan teknis perizinan perbekalan kesehatan rumah tangga. salah satunya botol bayi harus ada sertifikat bebas BPA. bahkan di tahun 2021 peneliti dari Thailand, US & Jepang merilis bahwa BPA menyebabkan resiko Autisme.

FDA Filipina mengeluarkan larangan BPA untuk Botol Bayi. sangat disayangkan di Indonesia peraturan BPA belum diatur secara ketat. Maka dari itu baiknya kemasan Galon Guna Ulang atau Galon isi Ulang di berikan Label BPA agar tidak di konsumisi oleh Bayi, Balita & Janin yang Dikandung Ibu Hamil.

JLPPI ( Jejaring Labolatorium Pengujian Pangan Indonesia ) bahwa regulasi migrasi BPA masih sangat minim padahal bahaya BPA selalu membayang-bayangi konsumen tertuma produk yang terbuat dari plastik polikarbonat.

Negara Asia termasuk Indonesia telah melarang penggunaan  Kemasan Polikarbonat yang mengandung BPA yang secara langsung bersentuhan dengan wadah atau tempat makanan yang dipergunakan untuk konsumsi, Bayi, Balita dan Janin pada Ibu Hamil. Contohnya adalah Botol Bayi dan Balita.

Kenapa di Galon Guna Ulang, atau Galon Isi Ulang? Karena konsumsi masyarakat yang paling banyak selama ini, adalah menggunakan wadah plastik polikarbonat yang mengandung BPA pada kemasan Galon Guna Ulang atau Galon Isi Ulang.

Petisi ini ditunjukan kepada BPOM sebagai badan yang memberikan perizinan peredaran obat dan makanan sesuai dengan standart keamanan pangan. Sebagai Regulator, agar melabeli galon isi ulang yang beredar di wilayah hukum Indonesia. Terutama pada galon isi ulang dengan kode daur ulang No. 7 “Peringatan konsumen : Kemasan Mengandung BPA, Berbahaya Bagi Bayi, Balita & Janin pada Ibu Hamil”

Kami adalah Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan disingkat JPKL, Dibentuk pada tanggal 10 November 2019

Visi kami adalah “kesehatan dan lingkungan yang baik menjamin kesejahteraan bangsa”

Misi kami adalah
1. Melaksanakan fungsi edukasi masyarakat terhadap isu-isu kesehatan dan lingkungan
2. Membangun sarana dan prasarana pelatihan jurnalis kesehatan dan lingkungan
3. Mewujudkan tata kelola organisasi profesi yang profesional dan akuntabel
4. Mendorong lahirnya kebijakan publik yang pro terhadap isu kesehatan dan lingkungan.

Kelompok jurnalis ini berhimpun untuk mengaktualisasikan peran jurnalis (pers) dalam konteks berbangsa dan bernegara. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers dan insan jurnalis di dalamnya, memiliki tugas dan fungsi menjalankan kontrol sosial, mendidik, dan menghibur. Medianya adalah media mainstream, baik dalam format cetak maupun online (digital), lengkap dengan platform media sosial yang terkait.

Mari kita tanda tangani petisi ini untuk melindungi Bayi, Balita dan Janin yang dikandung Ibu Hamil, demi masa depan anak - anak Indonesia yang sehat agar tidak terpapar BPA.

Salam,


Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan