BOIKOT BIAYA PENDIDIKAN TINGGI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


BOIKOT BIAYA PENDIDIKAN TINGGI

Salam cinta salam perjuangan
Karna cinta kita berjuang
Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia!

Pembiayaan uang pendidikan menjadi Center permasalahan terkini. Berakarkan teriakan mahasiswa dan para orang tua, dengan uang yang mereka Pundi-pundikan. Roh pemikiran menafsirkan 2 pilihan ; Berhenti berpendidikan dan hidup dalam kemiskinan atau Berpendidikan kemudian miskin dan berproses untuk mati.

Ditengah Pandemi, masih kami dengar berita korupsi. Butuh penyegaran timeline untuk sebuah berita hukuman mati, atau Setidaknya menghilangkan beban kami dan orang tua kami. Ditengah pandemi, pemerintah lari sana sini. Tak jelas arah gerak dalam mengkhianati janji.

Bank dunia dalam East Asia and Pascific Economic Update oktober lalu, memaparkan bawasanya ibu pertiwi dilanda kemiskinan dalam jumlah besar. Tercatat 38 juta lebih masyarakat Indonesia didorong paksa dalam kemiskinan akibat pandemi. 70 persen lebih, warga Indonesia mengaku mengalami penurunan pendapatan.

Sebagian dari mereka sedang menggadang-gadang calon penerus bangsa. Membayar uang kuliah meski mereka tak makan tak apa. Dimana pemerintah? Masih bingung Arah?

Sehubung dengan itu, dengan adanya petisi ini kami Rakyat Indonesia, Khususnya Aliansi Mahasiswa Semarang Raya menyatakan :

1. Menolak Adanya Pembiayaan uang pendidikan dalam bentuk apapun selama Pembelajaran online dalam Masa pandemi Covid19 belum berakhir.

2. Menuntut Pihak kampus untuk memberikan Transparansi dana.

3. menuntut pemerintah dalam pemerataan kuota bantuan yang benar-benar membantu mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan daring.