CABUT SK Rektor No. 892/SK/2020 tentang Besaran SPI Mahasiswa Baru 2020/2021 FKIP

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Hidup Mahasiswa! 

Hidup Rakyat Indonesia! 

Hidup Pendidikan Indonesia! 

Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) adalah biyaya yang dibebankan kepada calon mahasiswa baru khususnya jalur SMMPTN, dengan besaran yang telah ditentukan oleh birokrat kampus berdasarkan verifikasi data ekonomi calon mahasiswa, yang artinya harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi calon mahasiswa tersebut sesuai dengan Permendikbud no 25 Th 2020 Pasal 10 ayat 1 sampai 4. Walau pada realitas yang terjadi birokrat sering meluputkan kondisi mahasiswa dalam melaksanakan validasi disetiap penentuan kemampuan mahasiswa, dan hal ini telah terjadi sering sekali terlebih pada masa validasi peninjauan ukt beberapa hari lalu. 

SPI sejatinya diperuntukkan atas dasar kebutuhan fakultas yang telah dipertimbangkan sebelumnya oleh birokrat kampus bersama dengan mahasiswa. Kesepakatan yang diambil dari pertimbangan tersebutlah yang kemudian dijadikan acuan apakah fakultas membutuhkan atau tidak, ketika fakultas membutuhkan maka SPI akan diajukan oleh fakultas kepada rektor untuk disetujui dan bisa diterapkan di fakultas.

Mahasiswa mengkritisi SPI bukanlah tanpa dasar, mahasiswa tengah menjalankan tugas dan fungsi sebagai bagian dari birokrasi kampus guna mengimplementasikan amanat UU Dikti pasal 77 untuk memenuhi kepentingan dan kesejahteraan mahasiswa, dan hari ini kami sebagai keterwakilan mahasiswa MENOLAK ADANYA PEMBERLAKUAN SPI DI FKIP UNMUL, sebab tidak adanya keterbukaan birokrat dalam penetapannya, serta tidak relevannya penerapan tersebut ditengah kondisi pandemi, mengingat kondisi perkuliahan yang dilaksanakan secara daring, maka sudah sepatutnya birokrat FKIP memikirkan cara memberikan keringanan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru nantinya yang masuk ke FKIP. 
Terpenuhinya kuota jalur SM lebih baik, dari pada tidak terpenuhinya kuota tersebut karena adanya SPI. Landasan pernyataan kami ialah sebelum penetapan SPI saja calon mahasiswa FKIP angkatan 2019, terdapat 8 orang yang memutuskan tidak melanjutkan kuliah karena UKT, bagaimana kabar jika SPI ini dilanjutkan! akan ada yang berhenti dan putuskan tidak kuliah sungguh tidakkah pendidikan hari ini bisa didapatkan oleh seluruh kalangan?.

Oleh karena itu kami semua mengajak seluruh kalangan untuk menandatangani petisi ini sebagai sikap kita guna menolak tindakan semena-mena birokrat FKIP

Hidup Mahasiswa! 

Hidup Rakyat Indonesia! 

Hidup Pendidikan Indonesia!